jump to navigation

Rangkaian 7-Segemen Common Anoda 13/11/2009

Posted by Dian Agus in Elektronika, MCS-51.
add a comment

Rangkaian ini terdiri dari 4 buah LED 7-segment, 7 buah resistor pembatas arus yang menghubungkan pin output BCD-to-7-segment dengan LED pada 7-segment dan 4 buah transistor PNP yang berperan sebagai saklar elektronik.

Seven-segment ini menggunakan LED common anoda, yaitu seluruh anoda terhubung menjadi satu dan masing-masing katodanya dihubungkan dengan resistor yang berada di antara LED dan IC BCD-to-7-segment. Seluruh emitor transistor dihubungkan ke VCC, sedangkan masing-masing kolektornya dihubungkan ke masing-masing digit seperti tampak pada gambar. Masing-masing basis dari transistor PNP ini dikendalikan oleh P2.0 sampai P2.3 pada mikrokontroler AT89S51. Jika P2.0 LOW, maka LED paling kanan akan menyala dan sebaliknya, demikian berlaku untuk keempat transistor tsb.

Sebenarnya keempat display tersebut tidak menyala bersamaan, mereka dinyalakan secara bergantian, tetapi karena waktu gilirannya sangat cepat, yaitu sekitar 20 ms atau kurang, maka mata kita melihatnya seolah-oleh mereka menyala berbarengan.

Stop Perubahan Iklim…!!! 07/11/2009

Posted by Dian Agus in Hobby.
2 comments

Ride Planet Earth 6 Desember 2009

6 Desember 2009.... Gunakan Sepedamu...

Ride Planet Earth: Pada tanggal 6 Desember 2009 dihimbau untuk bersepeda di seluruh planet bumi sehingga memenuhi jalan raya, jalan-jalan desa dan trek tanah sebagai sarana untuk menunjukkan kapasitas dan kesediaan orang biasa dalam mengambil tindakan terhadap perubahan iklim yang berbahaya.

Di daerah Kopenhagen denmark, yang paling penting negosiasi perubahan iklim di lebih dari satu dekade akan dimulai. Tindakan kita akan mendesak delegasi pemerintah negara-negara maju untuk:

… Bertindak atas perubahan iklim saat ini, untuk memenuhi tanggung jawab internasional mereka, mengambil tanggung jawab atas keberadaan dan arus emisi rumah kaca dengan mengurangi emisi segera dan membuat target pengurangan emisi domestik sekurang-kurangnya 40% pada tahun 2020.

Untuk membantu negara-negara di dunia berkembang dalam beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim, mengurangi emisi gas rumah kaca dan dana riset teknologi karbon rendah, memungkinkan mereka untuk mengembangkan dalam ekologis dan sosial yang berkelanjutan.

Diterjemahkan dari: http://rideplanetearth.org/

Survey Tool 30/08/2009

Posted by Dian Agus in Elektronika, Tips & Trik, tutorial.
add a comment

Setiap pelaku elektronika atau biasa orang menyebut teknisi (sebagai pembeda antara peneliti) akan sering menggunakan beberapa survey tool untuk melakukan kegiatan (oprek, dsb).

Kegiatan tersebut tidak akan berhasil tanpa menggunakan beberapa sur vey tool karena indera kita yang terbatas. Keterbatasan ini dapat di kembangkan oleh beberapa perusahaan elektronika sehingga mereka bisa memproduksi berbagai macam survey tool untuk membantu kegiatan para teknisi.

Dalam penggunaan survey tool setiap orang memiliki kriteria tertentu untuk menentukan penggunaan survey tool tersebut. untuk itu pada kesempatan kali ini penulis akan membeberkan berbagai pengalaman menggunakan survey tool yang dimiliki oleh penulis.

Postingan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman menggunakan survey tool sehingga para pembaca bisa memberikan komentar atau bahkan sharing terlebih-lebih bisa menuangkan pengalamannya dalam menggunakan survey tool yang sama. Selanjutnya bisa mengembangkan elektronika di Indonesia…

Survey tool yang akan saya utarakan di postingan kali ini akan saya bagi dalam 2 buah kelompok besar yaitu Analog dan Digital sehingga nantinya juga akan saya bagi tulisan ini menjadi 2.

SURVEY TOOL ANALOG

Pada jaman dahulu kala, survey tool yang digunakan masih berupa pengukuran-pengukuran sinyal analog (kontinue) sehingga survey tool yang digunakan berupa pengukuran sinyal-sinyal analog.

  1. Multimeter, perangkat pengukuran super umum dan wajib dimiliki oleh seorang teknisi elektronika. Pernah ada yang menyebutkan AVO meter yaitu Ampere Voltase dan Ohm. Merek yang saya gunakan adalah merek SUNWA YX-360-TRN saya membelinya waktu saya masih awal belajar elektronika dasar di bangku SMP tahun ‘93-an. Multimeter itu dahulu saya beli seharga Rp. 20.000,- tapi sekarang sudah naik sektiar 60 ribu sampai 100 ribu. Merek Sunwa tersebut merupakan tiruan dari merek SANWA yang asli Jepang. Pada dasarnya penggunaanya tidak beda antara SUNWA dan SANWA, akan tetapi dilihat dari durability nya merek yang SANWA sangat bagus (saya pernah menggunakannya saat di Lab Elektronika DASAR UAD). Akan tetapi bagi yang hanya digunakan untuk mengetes nyambung tidak nya kabel atau untuk mengetahui kaki Basis Emiter Colector pada transistor maka merk murahan sekalipun masih bisa digunakan. Artinya anda bisa membeli yang murahan jika ketelitian tidak diperlukan. Saya sarankan ANDA harus punya piranti ini!!! Multimeter saya telah dimodifiksai probe-nya. Probe yang saya gunakan adalah probe yang terbuat dari jarum suntik yang sudah tidak terpakai agar bisa menjangkau bagian jalur yang kecil-kecil.
  2. SOLDER + Standar nya, Piranti ini pertama kali saya miliki tahun 1993 bersamaan dengan multimeter sunwa YX-360TRN, saya membelinya seharga Rp. 5000,- merk tidak terkenal akan tetapi sekarang saya memilih DEKKO 2 pilihan daya yaitu 40W dan 100W. Solder yang saya miliki sekarang berbentuk pistol karena memudahkan untuk kita dalam menyolder, disamping pegangannya mantab, solder pistol memiliki indikator lampu dan pilihan daya untuk menghasilkan panas sesuai yang kita inginkan
  3. TIMAH SOLDER, dahulu saya menggunakan timah dengan merk Pangging, akan tetapi saat bulek saya berada di Batam saya dibelikan 2 Roll timah dengan dengan diameter yang sangat kecil dan lembut. sampai saat tulisan ini terbit masih ada.
  4. HELPING HAND, Untuk membantu saat penyolderan PCB atau saat pengetesan dengan multimeter, saran saya cari helping hand yang ada kaca pembesar agar bisa melihat jalur PCB yang lembut-lembut saat trouble shooting.
  5. ATTRACTOR, untuk menghilangkan timah solder di pad PCB bisa menggunakan attractor, saya menggunakan Dekko seharga 25 ribuan, saat darurat anda bisa menghilangkan timah solder dengan bantuan kabel berserat banyak dan gondorukem atau juga bisa pakai Loffet yang banyak dijual dipasaran.
  6. TANG POTONG, cari yang memiliki per, saya menggunakan merk dekko dengan ujung tipis
  7. TANG MONCONG PANJANG (JEPIT)
  8. TANG BESAR (PEGANG), tang ini biasa dipakai oleh tukang besi
  9. RAGUM (TANGGEM), agar saat pemasangan soket IDC mudah gunakanlah ragum, saya menggunakan ragum kecil saya beli sekitar 50 ribuan
  10. PINSET, untuk mengambil komponen yang kecil-kecil atau pemegang kabel bisa menggunakan ini, saya punya 2 macem yaitu pinset ujung benkok dan pinset lancip
  11. GLUE GUN, banyak orang yang menyebutnya lem plastik, saya juga menggunakan Dekko
  12. PENITIK BESI, Alat ini saya buat dari sebuah jari-jari sepeda motor atau sepeda ontel (ruji: jawa) yang saya kikir sehingga runcing, alat ini biasa saya gunakan untuk menggores pada plat besi atau memberi tanda saat pembuatan box atau PCB dengan cara di “titik”.
  13. KIKIR, saya memiliki kikir gepeng untuk menghaluskan/meratakan bidang datar , kikir bulat untuk menghaluskan bidang bolong, kikir segitiga untuk menghaluskan sisi lancip, kikir kotak untuk membuat siku pada pojokan. Idealnya jenis kikir ini ada kikir setengah lingkaran kikir halus, kikir kasar, kikir sangat halus.. saya mengetahui saat di BLPT Yogyakarta, disana jenis kikir sangat lengkap.
  14. bersambung

ISP USB Downloader Atmel MCS-51 10/06/2009

Posted by Dian Agus in Elektronika, MCS-51, Tips & Trik, tutorial.
Tags: , , , , , , ,
2 comments

Jaman sekarang sudah banyak yang pakai laptop untuk “beraksi”. Seperti kita yang bergelut dalam bidang mikrokontroler sudah sewajarnya beralih ke standar baru yaitu “standar laptop” artinya pakai Universal Serial Bus (USB). Karena laptop jaman sekarang sudah tidak ada port paralel atau port serial lagi. Apalagi dengan kemampuan USB yang layak dipertimbangkan, karena efisien, cepat, efektif, mudah serta kompatibilitas dan dukungan hardware yang hampir semua merujuk ke USB.

Sebulan yang lalu saya hunting tentang apa, bagaimana dan alat apa yang cocok untuk dibeli atau dibuat berkaitan dengan downloader Atmel untuk MCS-51, tentu saja yang menggunakan USB. Saya menemukan beberapa diantaranya ada yang langsung minimum system dan ada yang hanya koneksi ISP. Akhirnya saya pilih untuk menggunakan downloader yang menggunakan koneksi ISP saja, disamping saya bisa sembari meng’kompatibel’-kan hardware buatan saya saya juga bisa menghemat dana.

Beberapa toko online saya datangi, diantaranya yaitu: Toko Robot, Prasimax atau Delta Elektronik. Entah kenapa akhirnya saya memilih Prasimax.. dan saya saat itu mantap sekali dengan tampilan web-nya, interaktif, mudah walaupun agak lebih mahal dari beberapa kompetitornya. Setelah mengirim form pemesanan dan mentransfer sejumlah dana, 2 hari kemudian pesanan itu sampai di rumah. diantaranya yaitu:

Isi dari pesanan saya, K-51

Isi dari pesanan saya, K-51

  • 1 set Downloader USB + penjelasan 1 lembar
  • 1 kabel USB
  • 1 kabel konverter ISP
  • CD Driver
  • Packing

Inilah beberapa tips untuk menghubungkan K-51 ke Laptop anda:

  1. Buka CD Driver bawaannya Instal Prolific di folder driver Win XP, jika meminta ser2pl.sys arahkan ke folder Driver Win98,2K dalam CD bawaan. Copykan folder ISP_PROG V1.3 ke dalam HardDisk anda. jika ga ada download di sini. Simpan kembali CD Drivernya.
  2. Restart Laptop anda
  3. Buat rangkaian AT89Sxx tanpa reset, (saya pernah mencoba menggunakan POR (power on reset yang ada di MPD-ISP V1.1 buatan saya) gak jalan. contoh rangkaian:
    Hardware target sementara, untuk testing aja..

    Hardware target sementara, untuk testing aja..

  4. Jalankan ISP_PROG V1.3 terlebih dahulu sebelum menancapkan kabel USB
  5. Tancapkan kabel USB Bawaan beserta K-51
  6. Jangan lupa posisi saklar S/P harus ke P (Programming)
  7. Kini hardware target siap digunakan di Laptop Anda.

Menghubungkan K-51 ke Hardware Target dan ke USB Laptop

Menghubungkan K-51 ke Hardware Target dan ke USB Laptop

Tunggu postingan selanjutnya tentang penggunaan ISP Prog V1.3

Jika bawaan CD ga bisa di buka anda bisa download di sini

Ultrasonic sebagai Pengukur Jarak (bag 1) 20/04/2009

Posted by Dian Agus in Elektronika, MCS-51, Tips & Trik, tutorial.
Tags: , , ,
add a comment

Satu lagi dari….M***ra, eh..kliru Satu lagi dari diagmatronics…Ultrasonic… (waw kelihatan keren ya)

Saya jadi teringat dengan iklan biskuit di televisi jaman saya kecil dulu, Yup benar saya mengadopsi iklan itu untuk menunjukkan satu lagi dari diagmatronics. Baiklah akan kita mulai hasil eksperimen tentang ultrasonic sebagai pengukur jarak.

Ente-ente sekalian tahu kan kelelawar. Makhluk malam yang bisa terbang tanpa melihat dalam kegelapan dan ga pernah nabrak… atau pernah lihat bagian belakang mobil yang ada 2 lubang tertutup strimin perak di pinggir bemper? Kesemuanya sama menggunakan teknologi yang sama, yaitu ultrasonic.

Pada kelelawar, gelombang ultrasonic yang dikeluarkan dari kepakan sayap atau raungan mulut akan membuat gema (echo) yang kemudian ditangkap kembali oleh telinga kelelawar sebagai pantulan yang memberikan rentetan data agar bisa memetakan daerah sekitarnya.., nah itulah rahasia kelelawar gak pernah nabrak waktu terbang dimalam hari.

Sedangkan pada mobil mewah terdapat 2 lubang strimin yang tak lain adalah transducer ultrasonic. Yang satu pemancar sedangkan yang lain adalah penerima.

Sensor ini terbuat dari bahan piezoelectric yang bisa memancarkan/menerima gelombang ultrasonik dengan tipe-tipe berlainan tergantung dari kualitas bahan pembuatnya. Ultrasonic yang ada di pasaran (Toko Sin** lama ataupun Sin** Baru Jogja) hanya menyediakan yang memiliki range antara 38 kHz ~ 45 kHz seharga Rp.20 ribu ~ Rp 40 ribu.

Tips memilih ultrasonik transducer:

  1. Pilih strimin yang kuat dan tidak rapuh (bisa penyok)
  2. bagian striminnya cari yang perak dan bukan yang hitam
  3. biasanya yang hitam (gampang penyok) itu 20 ribuan sedangkan yang perak sekitar 40 ribuan

Oke itu dulu postingan dari kami, dan ikuti post selanjutnya ….. jangan lupa commentnya

yang akan datang schematic dari Ultrasonic…

BROWSING tanpa BROWSER 14/04/2009

Posted by Dian Agus in Computer, Tips & Trik, tutorial.
Tags: , , ,
add a comment

Bagi yang di kantornya internetanya di blokir, (sst..kaya teman saya yang kerja di retail besar di Jogja), atau anda yang kehilangan akses internet karena browser-browser seperti: Internet Explorer, Mozilla FireFox, atau opera di disable oleh Admin, maka anda bisa menerapkan trik jitu ini. Tips ini saya temukan dari berbagai sumber dan legal.

Baik kita mulai aja yooo..

Pertama, pastikan bahwa windows Xp anda mempunyai salah satu dari program ini: Notepad atau wordpad atau paint, kalo ga ada semua kebangetan tuh yang nginstal. Baik dalam tutorial ini akan saya pandu dengan menggunakan Notepad.

1. Buka Notepad, Start>All Program> Accessories> Notepad

2. Perhatikan tab menu di sana, arahkan mouse anda ke Help> HelpTopics

Masuk ke Help Topics

Masuk ke Help Topics

3. Pada Title bar (jika Windows anda belum diubah-ubah warnanya biru dibagan atas sendiri), pada contoh kali ini warnanya hitam.Seperti yang ditunjuk anak panah 1 Klik kanan trus menuju ke Jump to URL…, seperti tampak pada gambar dibawah ini:

Gambar urutan operasi menuju Jump to URL..

Gambar urutan operasi menuju Jump to URL..

4. jika telah muncul kotak dialog seperti pada gambar dibawah ini, ketikkan nama website dengan didahului http:// setiap kali akan buka situs.

Kotak dialog Jump to URL...

Kotak dialog Jump to URL...

5. Setelah klik OK, maka akan menuju situs yang di inginkan, seperti contoh dibawah ini ke blog diagmatronics…

Blog diagmatronics dibuka melalui Help Topics

Blog diagmatronics dibuka melalui Help Topics

TIPS: Jika tampilan anda ingin lebih besar maka anda bisa menyembunyikan kolom disebelah kiri dengan klik Hide di pojok kiri atas.

Selamat! sekarang anda bisa browsing tanpa adanya browser internet. Sehingga suatu saat Admin anda akan men-disable Notepad atau Wordpad komputer anda karena Anda gunakan untuk browsing he…he…dan menyebabkan pekerjaan anda jadi terbengkalai…

Tips ini saya dedikasikan untuk teman saya yang di CK…

semoga Anda bisa sedikit lebih maju dari mereka….hiks…

Pencacah Tablet (software bisa di download) 20/01/2009

Posted by Dian Agus in Computer, Elektronika, MCS-51, otomatis.
Tags: , , , , , , , , ,
1 comment so far

Oleh:

Dian Agus Maryanto

Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Ahmad Dahlan

Kampus III, Jl. Prof. Dr. Soepomo, Janturan, Yogyakarta

dianagus_m@yahoo.com

Abstrak

Pada industri kecil farmasi yang produknya berupa padatan dalam bentuk tablet, diperlukan alat yang dapat mencacah tablet tersebut dan mengisikannya ke dalam suatu wadah secara mudah dengan biaya murah. Tujuan penelitian ini untuk merancang dan menguji sistem pencacah tablet elektronik.

Rancangan alat secara umum terdiri atas bagian transducer, mikrokontroler dan bagian penampil. Bagian transducer tersusun dari sensor cahaya menggunakan foto transistor yang digunakan untuk mengirim pulsa-pulsa sesuai jumlah tablet yang tercacah ke mikrokontroler AT89S51. Oleh mikrokontroler, jumlah tablet akan dihitung dan ditampilkan pada penampil 7-segmen. Data yang masuk akan dibandingkan dengan set point, dan pencacahan akan berhenti jika nilainya sama dengan set point. Selain itu, mikrokontroler juga berfungsi mengendalikan pergeseran wadah tablet setiap terpenuhinya set point.

Sistem dapat mencacah 60 tablet tiap menit untuk satu ukuran tablet berdiameter 0,6 cm dengan pencacahan maksimum 1000 tablet.

Kata kunci: pencacah, tablet, otomatis, mikrokontroler AT89S51, set point.

  1. LATAR BELAKANG

    Pada industri kecil farmasi yang produknya berupa padatan dalam bentuk tablet, diperlukan alat yang dapat mencacah tablet tersebut dan mengisikannya ke dalam suatu wadah secara mudah. Menurut informasi yang terpasang pada internet, alat yang khusus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan penghitungan tablet merupakan peralatan yang sangat mahal (Anonim, 2002). Pada suatu web site, peralatan tersebut ditawarkan dengan harga US$ 5000 (www.pharmaceutical-equipment.com/pricelist.htm). Bagi industri farmasi berskala menengah ke atas harga tersebut dapat dianggap tidak besar, namun bagi industri farmasi kecil (home industry) harga tersebut sudah tentu merupakan harga yang sangat mahal.

    Atas dasar kenyataan tersebut, perlu dirancang alat yang dapat mencacah tablet sekaligus mengisikannya ke dalam suatu wadah secara otomatis dengan biaya yang relatif murah. Karena harganya murah, diharapkan industri farmasi berskala kecil dapat memilikinya untuk meningkatkan kinerja proses produksinya.

    Dari aspek teknis, untuk objek-objek kecil seperti tablet dan semacamnya, penggunaan sensor cacahan dari foto transistor cukup efisien, murah, mudah dirakit serta tersedia cukup banyak di pasaran. Pemikiran ini menimbulkan gagasan untuk merancang sistem pencacah berbasis mikrokontroler yang nantinya diharapkan dapat dipakai pada industri-industri kecil atau home industry. Pemakaian mikrokontroler memungkinkan pencacah dikembangkan menjadi sistem yang lebih kompleks namun masih cukup murah dari segi pengadaannya.

  2. PERUMUSAN MASALAH

    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, dapat dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut: Bagaimana rancangan alat pencacah tablet elektronik dengan biaya yang rendah? Bagaimana kinerja alat tersebut?

  3. TUJUAN

    Program ini bertujuan untuk merancang, membuat dan menguji sistem otomatis dalam pencacah tablet elektronik

  4. MANFAAT

    Program ini dapat bermanfaat untuk membantu industri farmasi berskala kecil dalam pengadaan alat pencacah tablet. Dengan biaya yang relatif murah maka memungkinkan industri farmasi berskala kecil dapat memiliki alat tersebut dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja produksinya.

    Program ini diharapkan juga dapat memberikan sumbangan berupa informasi ilmiah tentang penerapan teknologi mikrokontroler khususnya pada bidang industri kesehatan.

    5. TEORI

  1. Transducer untuk mengasilkan pulsa-pulsa sebagai input dari pencacah digunakan foto-transistor. Foto-transistor memiliki daerah basis yang relatif lebih lebar serta daerah pertemuan basis-emitter yang peka cahaya. Jika tidak ada cahaya yang mengenai lensa foto-transistor maka hanya terdapat arus bocor yang kecil. Jika foton menghantam pertemuan basis-emitter, foto-transistor menjadi forward-biased dan arus maju mengalir melewati pertemuan basis-emitter (Maas, 2001).

    Keuntungan yang didapatkan dari foto-transistor adalah linearitas yang tinggi. Perubahan amplitudo arus basis secara langsung dipengaruhi oleh perubahan intensitas cahaya yang masuk lewat lensa foto-transistor. Dengan mengatur agar foto transistor berfungsi sebagai saklar, maka akan dapat digunakan sebagai sensor sistem pencacah (Maas, 2001).

    Mikrokontroler AT89S51 merupakan sebuah chip tunggal buatan Atmel yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan memori program. AT89S51 merupakan keluarga dari MCS-51 yang telah memiliki beberapa kemampuan tambahan untuk memenuhi kebutuhan dari pemakainya. Kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh AT89S51, yaitu: (1). Kompatibel dengan produk Atmel keluarga MCS-51, (2). 4K Bytes Memori Flash yang bisa diprogram dan didownload melalui antarmuka serial serta kemampuan 1000 kali hapus/tulis, (3).Beroperasi pada tegangan 4V sampai dengan 6V, (4). Kecepatan Operasi 0 Hz sampai 24 MHz, (5) Tiga tingkat pengunci memori program, (6). 128 x 8-bit Internal RAM, (7). 32 port I/O yang dapat diprogram, (8). Dua 16-bit Timer/Counter, (9). Enam buah sumber interupsi, (10). Kanal Serial UART yang mudah diprogram, (11). Tegangan yang rendah pada saat tidak bekerja (idle) dan power-down mode, (12). Pemulihan Interupsi dari Power-down, (13) Watchdog Timer (14). Power-off Flag (Data Sheet AT89S51, http://www.atmel.com)

    Mikrokontroler AT89S51 kompatibel dengan software downloader dari Atmel ISP sendiri ataupun dari AEC ISP yang memiliki konfigurasi pin seperti gambar 1 dibawah ini








    Gambar 1. Konfigurasi Pin AT89S51

    6. METODE

    1. Perangkat Keras

      Output dari transducer akan diumpankan ke bagian pencacah 7490 dan diumpankan ke dekoder 7447 untuk ditampilkan pada penampil 7-segmen Common Anoda. Output dari pencacah akan diumpankan juga ke rangkaian pembanding (bit komparator) 74688 untuk membandingkan dengan set point yang telah diset oleh pengguna yang datanya dimasukkan melalui papan tombol (keypad) yang dikendalikan oleh mikrokontroler AT89S51. Set point tersebut juga diumpankan ke dekoder 7447 lalu ditampilkan ke penampil 7-segmen Common Anoda, sehingga dapat diketahui nilai antara pencacahan dan set point yang diberikan.

    2. Perangkat Lunak

      Software disini dibuat dengan program assembly yang diassembler menjadi file Hexa dengan program ASM51. Setelah program benar maka baru didownloadkan ke mikrokontroler dengan AEC ISP downloader. Diagram alir proses pengontrolan seperti terlihat pada gambar 2

.


Gambar 2. Diagram alir cara kerja software

Software dapat di download: http://www.ziddu.com/download/3324240/count_r.txt.html

  1. Desain Sistem

    Secara ringkas dapat dijelaskan bagian depan sistem adalah cahaya dari laser pointer yang mengenai foto-transistor. Obyek tercacah akan menghalangi cahaya ini dan menghasilkan pulsa yang akan dihitung. Diagram prinsip kerja sistem diperlihatkan pada gambar 3.








    Gambar 3. Diagram blok prinsip kerja secara umum

    Metode pencacahan yang digunakan adalah dengan mengumpankan pulsa-pulsa tersebut ke rangkaian clock counter yang dirakit dari pencacah desimal 7490. Selanjutnya hasil cacahan dibandingkan dengan set point yang dimasukkan melalui keypad, menggunakan komparator 74HC688. Hasilnya akan merupakan masukan bagi mikrokontroler untuk melakukan aksi-aksi pengendalian, diantaranya menghentikan proses pencacahan. Diagram proses tersebut tampak pada gambar 4.








    Gambar 4. Diagram pengendalian pencacahan.

    Hasil pencacahan maupun set point ditampilkan pada penampil 7 segmen seperti gambar 5.









    Gambar 5. Unit Penampil Proses Penghitungan dan Set Poin

7. HASIL DAN PEMBAHASAN
  1. Data Teknis Pencacah Tablet Elektronik

    Gambar keseluruhan dari Pencacah Tablet Elektronik seperti terlihat pada gambar 6, sedangkan data teknisnya sebagai berikut:

    1. Dimensi Alat P x L x T         = 50cm x 40cm x 30cm
    2. Kecepatan Pencacahan        = 60 tablet/menit
    3. Konsumsi daya            = 12 V, 2 A
    4. Aktuator                = Motor DC 12 V, 5400 rpm
    5. Kapasitas Tablet            = 100 butir
    6. Ukuran diameter Tablet         = ø 0,6 cm
    7. Maksimum Pencacahan        = 1000 butir
    8. Berat total                = 3 kg

    Gambar 6. Pencacah Tablet Elektronik

  2. Biaya Pembuatan

    a. Kontrol Kendali Elektronik            : Rp. 1.000.000,00

    b. Mekanik                    : Rp. 1.500.000,00

    Total: Rp. 2.500.000,00

3. Keunggulan Sistem
  1. Biaya pembuatan relatif murah.
  2. Tidak ada perawatan khusus
  3. Suku cadang banyak terdapat di dalam negeri
  4. Relatif lebih mudah cara pengoperasiannya
4.Kelemahan Sistem
  1. Kurang cepatnya pencacahan
  2. Tempat obat kecil sehingga hanya menampung beberapa tablet
  3. Mesin ini hanya bisa mencacah 1 ukuran tablet (0,6cm)

Sistem pencacah tablet elektronik ini memiliki beberapa kelemahan seperti tersebut diatas dikarenakan adanya proses pengkondisian tablet agar jatuh satu persatu dikarenakan model sensor yang akan mendeteksi jatuhnya tablet secara satu persatu. Kurangnya kecepatan tersebut tidak akan mempengaruhi ketelitian dalam proses penghitungan.

Karena dalam penelitian ini merupakan sekala laboratorium maka tempat obat yang disediakan merupakan relatif kecil. Sehingga tidak bisa untuk menampung jumlah tablet yang banyak. Hal ini dikarenakan pengepakan yang ada selama ini jumlah obat yang terdapat dalam satu botol tidak melebihi 50 butir tablet. Bahkan di pasaran banyak terdapat kuantitas tablet dalam 1 botol hanya belasan butir.

Karena keterbatasan dalam hal pengetahuan tentang mekanik maka dalam skala laboratorium ini pencacah hanya dapat menghitung tablet pada diameter 0,6 cm.

8. KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Kesimpulan

    Sistem Pencacah otomatis yang telah dibuat telah diuji dengan kinerja yang cukup baik. Pencacah tablet elektronik ini dapat mencacah tablet dengan kecepatan 60 tablet permenit pada satu ukuran tablet berdiameter 0,6 cm.

  2. Saran
    1. Peralatan ini masih harus diuji coba lagi agar pencacah dapat dipakai untuk penghitungan tablet skala industri
    2. Karena mesin ini hanya untuk mencacah 1 ukuran tablet maka dalam penelitian selanjutnya dapat dibuat sistem yang bisa diatur dimensi yang akan dicacah.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim,__, Data Sheet AT89S51, http://www.atmel.com

Anonim,__, Hardware Description MCS51, http://www.atmel.com

Anonim, 2002, Automated Counting Machine Guideline, Internet

http://www.pharmaceutical-equipment.com

Maas, James, 2001, Industrial Electronics, Prentice Hall, A Simon & Schuster Company Englewood, Clifts, New Jersey, (5):263-332

Maranggoni, 1987, Pengukuran mekanis, jilid I,
Erlangga


Program Nible Flip Flop untuk AT89S51 16/01/2009

Posted by Dian Agus in MCS-51.
Tags: , , , ,
add a comment

 

Assalamu’alaikum para diagmaniac’, berikut ini merupakan contoh program untuk menguji coba LED yang akan gonta-ganti nyalanya dari Nibel bawah (Low Nible) ke nibel atas (High Nible) secara bergantian terus menerus.

;Nama Program       : Tes output port

;Nama File                  : ffnible.asm

;Dibuat Oleh               : Dian Agus M., S.Si (saat program ini dibuat belum lulus)

;Tanggal Selesai        : 17 mei 2004

;===================================================================

;====================  Deskripsi Program   =========================

;===================================================================

;Port yang dipakai:

;P0 = output led

;===================================================================

;==================================================================

$mod51

flip equ p0

org 0h

bali:        

        mov flip,#00001111b                 ; nible atas yang nyala

        call delay

        call delay

        mov flip,#11110000b                 ; nible bawah yang nyala

        call delay

        call delay

        jmp bali

delay:

mov r0,#0ffh

delay1:               

        mov r1,#0ffh

        djnz r1,$

        djnz r0,delay1

        ret

        end

;===============================================================

 

Program 1. Nible Flip Flop untuk AT89S51

Simpan Program 1 diatas dengan nama ffnible.asm, kemudian convert ke hexa menggunakan ASEM51 yang ada di MIDE51, setelah itu download menggunakan AEC_ISP downloader dan coba! Agar tidak bingung membuat rangkaian LED displaynya tolong lihat Gambar 1  berikut ini:

 

Gambar 1. Rangkaian Display LED pada Port 0

Gambar 1. Rangkaian Display LED pada Port 0

OK… saya harap anda bisa mempraktekkannya. Berani mencoba!!! Sukses untuk anda….

….SALAM “DIAGMANIAC”,

Wassalam….

TIPS Pemotretan Manten (Dasar): Ilmu “titen” 01/01/2009

Posted by Dian Agus in Foto Studio, Pernikahan, Pre Wedding.
Tags: , , , , ,
2 comments

Pemotretan wedding (manten :bhs jawa) merupakan sesuatu yang relatif mudah jika kita memiliki ilmu “titen” alias mencermati dan selanjutnya diingat-ingat.

Seperti pose klasik dibawah ini cermati dan ingat gayanya trus dipraktekkan maka anda akan menemukan sendiri style Anda.

Gambar 1. Pose Klasik Pernikahan jawa

Gambar 1. Pose Klasik Pernikahan jawa

Untuk pemotretan pernikahan seperti contoh diatas yang perlu dipersiapkan adalah peralatan studio yang bisa dibawa ke lokasi pemotretan. Peralatan studio diantaranya yaitu:

1 set payung reflektor, 1 set AC strobo Slave unit, 1 set tripod lampu, 1 buah background, 1 set tripod background, 1 buah karpet hitam yang berukuran 1,5 x 2 meter.
Tentang pemilihan kamera digital itu terserah Anda. Jika saya fanatik dengan Canon. Diantara kelebihan kamera Canon pada ISO yang tinggi (1600) atau dalam kondisi cahaya minnim maka Canon lebih halus noisenya.

Sekedar pemberitahuan, seluruh foto yang ditampilkan di blog ini menggunakan kamera Canon. Saya menggunakan Canon 350D, disamping harganya ekonomis tipe ini sangat handal.
Pemotretan indoor (studio) dalam mengatur diafragma dan speed tergantung dengan lampu yang digunakan.
Saya menggunakan flash slave studio merk tertentu seharga 250 ribu (1 pcs) menghasilkan diafragma f/7.1 dan speed 1/50 s, dan jika dengan itung-itungan didapatkan f/5.8. Akan tetapi saya mempunyai tips: jepret beberapa kali (metode bracketing) trus pilih gambar yang cahayanya pas (tidak terlalu over exp atau under exp) terus dengan ilmu “titen” ingat-ingat dan terapkan pada seluruh foto studio indoor Anda. so hasilnya akan bagus terus. Istilahnya experimen sekali dipakai berkali-kali.
Untuk beberapa kasus jika Anda baru pertama memotret maka anda akan merasakan ‘mati gaya’ alias kehabisan ide untuk posing model (mempelai) dikarenakan grogi atau ilmu ‘titen’ nya belum anda amalkan…
So saya punya tips:
1. cari gambar di internet tentang pose-pose pernikahan baik jawa atau luar negri, download dan simpan.
2. beli sebuah ipod nano, kalo kemahalan ya MP4 lah.. yang harganya sekitar 300 ribuan, yang memiliki layar 1 inci fullcolor.
3. Foto hasil download tadi di-Croping pakai Photoshop, dengan ukuran sesuai dengan layar MP4 Anda, sehingga tidak memerlukan scroll kebawah, keatas atau kesamping saat ditampilkan di MP4.
4. simpan hasil crop tadi ke MP4
5. buka gambar tersebut saat Anda kehabisan ide atau ‘mati gaya’

Demikian sekelumit dari pengalaman saya memotret selama 7 tahun belakangan ini. Semoga bermanfaat, dan tunggu tips berikutnya.
salam,.

Assembly directive 8051 19/12/2008

Posted by Dian Agus in Uncategorized.
add a comment

MOD-51
;REV. 1.0 MAY 23, 1984
P0 DATA 080H ;PORT 0
SP DATA 081H ;STACK POINTER
DPL DATA 082H ;DATA POINTER – LOW BYTE
DPH DATA 083H ;DATA POINTER – HIGH BYTE
PCON DATA 087H ;POWER CONTROL
TCON DATA 088H ;TIMER CONTROL
TMOD DATA 089H ;TIMER MODE
TL0 DATA 08AH ;TIMER 0 – LOW BYTE
TL1 DATA 08BH ;TIMER 1 – LOW BYTE
TH0 DATA 08CH ;TIMER 0 – HIGH BYTE
TH1 DATA 08DH ;TIMER 1 – HIGH BYTE
P1 DATA 090H ;PORT 1
SCON DATA 098H ;SERIAL PORT CONTROL
SBUF DATA 099H ;SERIAL PORT BUFFER
P2 DATA 0A0H ;PORT 2
IE DATA 0A8H ;INTERRUPT ENABLE
P3 DATA 0B0H ;PORT 3
IP DATA 0B8H ;INTERRUPT PRIORITY
PSW DATA 0D0H ;PROGRAM STATUS WORD
ACC DATA 0E0H ;ACCUMULATOR
B DATA 0F0H ;MULTIPLICATION REGISTER
IT0 BIT 088H ;TCON.0 – EXT. INTERRUPT 0 TYPE
IE0 BIT 089H ;TCON.1 – EXT. INTERRUPT 0 EDGE FLAG
IT1 BIT 08AH ;TCON.2 – EXT. INTERRUPT 1 TYPE
IE1 BIT 08BH ;TCON.3 – EXT. INTERRUPT 1 EDGE FLAG
TR0 BIT 08CH ;TCON.4 – TIMER 0 ON/OFF CONTROL
TF0 BIT 08DH ;TCON.5 – TIMER 0 OVERFLOW FLAG
TR1 BIT 08EH ;TCON.6 – TIMER 1 ON/OFF CONTROL
TF1 BIT 08FH ;TCON.7 – TIMER 1 OVERFLOW FLAG
RI BIT 098H ;SCON.0 – RECEIVE INTERRUPT FLAG
TI BIT 099H ;SCON.1 – TRANSMIT INTERRUPT FLAG
RB8 BIT 09AH ;SCON.2 – RECEIVE BIT 8
TB8 BIT 09BH ;SCON.3 – TRANSMIT BIT 8
REN BIT 09CH ;SCON.4 – RECEIVE ENABLE
SM2 BIT 09DH ;SCON.5 – SERIAL MODE CONTROL BIT 2
SM1 BIT 09EH ;SCON.6 – SERIAL MODE CONTROL BIT 1
SM0 BIT 09FH ;SCON.7 – SERIAL MODE CONTROL BIT 0
EX0 BIT 0A8H ;IE.0 – EXTERNAL INTERRUPT 0 ENABLE
ET0 BIT 0A9H ;IE.1 – TIMER 0 INTERRUPT ENABLE
EX1 BIT 0AAH ;IE.2 – EXTERNAL INTERRUPT 1 ENABLE
ET1 BIT 0ABH ;IE.3 – TIMER 1 INTERRUPT ENABLE
ES BIT 0ACH ;IE.4 – SERIAL PORT INTERRUPT ENABLE
EA BIT 0AFH ;IE.7 – GLOBAL INTERRUPT ENABLE
RXD BIT 0B0H ;P3.0 – SERIAL PORT RECEIVE INPUT
TXD BIT 0B1H ;P3.1 – SERIAL PORT TRANSMIT OUTPUT
INT0 BIT 0B2H ;P3.2 – EXTERNAL INTERRUPT 0 INPUT
INT1 BIT 0B3H ;P3.3 – EXTERNAL INTERRUPT 1 INPUT
T0 BIT 0B4H ;P3.4 – TIMER 0 COUNT INPUT
T1 BIT 0B5H ;P3.5 – TIMER 1 COUNT INPUT
WR BIT 0B6H ;P3.6 – WRITE CONTROL FOR EXT. MEMORY
RD BIT 0B7H ;P3.7 – READ CONTROL FOR EXT. MEMORY
PX0 BIT 0B8H ;IP.0 – EXTERNAL INTERRUPT 0 PRIORITY
PT0 BIT 0B9H ;IP.1 – TIMER 0 PRIORITY
PX1 BIT 0BAH ;IP.2 – EXTERNAL INTERRUPT 1 PRIORITY
PT1 BIT 0BBH ;IP.3 – TIMER 1 PRIORITY
PS BIT 0BCH ;IP.4 – SERIAL PORT PRIORITY
P BIT 0D0H ;PSW.0 – ACCUMULATOR PARITY FLAG
OV BIT 0D2H ;PSW.2 – OVERFLOW FLAG
RS0 BIT 0D3H ;PSW.3 – REGISTER BANK SELECT 0
RS1 BIT 0D4H ;PSW.4 – REGISTER BANK SELECT 1
F0 BIT 0D5H ;PSW.5 – FLAG 0
AC BIT 0D6H ;PSW.6 – AUXILIARY CARRY FLAG
CY BIT 0D7H ;PSW.7 – CARRY FLAG