Bisakah Transistor PNP Untuk mengendalikan Relay 12V? 10/01/2012
Posted by Dian Agus in Elektronika, Tips & Trik, tutorial.add a comment
Bisakah Transistor PNP digunakan pada mikrokontroler 8051 untuk mengendalikan Relay 12V?
Pengalaman ini saya dapatkan saat merancang Pencacah Tablet Elektronik (Electronics Tablet Counter). Saat itu untuk mengendalikan 2 buah motor yaitu motor 1 pengendali penyodok tablet dan motor 2 sebagai pengendali belt conveyor dan yang saya gunakan untuk mengendalikan Relay 12V tersebut adalah transistor NPN.
Lho..emang kenapa transistor NPN? apa ga berhasil? atau ada trouble?
Jawabannya secara sistem keseluruhan tidak ada trouble akan tetapi ada sedikit yang aneh saat saklar POWER dihidupkan pertama kali.., yaitu motor berputar yang artinya karena saat mikrokontroler Power On Reset maka logika pada seluruh pin port adalah HIGH, otomatis hal ini menimbulkan transistor NPN juga ON…., maka solusinya harus active LOW dan solusinya harus menggunakan transistor PNP.
Marilah kita ingat-ingat kembali pelajaran Elektronika Dasar di Kuliah Semester awal mengenai transistor. Kalo Anda di SMA maka pada pelajaran Transistor akan ada beberapa istilah-istilah VBE, VCC, VEE dan IB, IC atau IE. Ingatkah bahwa transistor yang dibuat dari germanium akan aktif pada VBE = 0.3 V, sedangkan transistor yang terbuat dari bahan silikon akan aktif pada VBE = 0,6V. untuk VCC dan VEE serta IB dan lain-lainnya silakan lihat buku Vademikum Elektronika atau Elektronika Jilid I.
Kembali ke pertanyaan judul ini bisakah untuk mengendalikan relay dengan mikrokontroler 8051?
Output pin 8051 maksimal adalah 5V sedangkan pada emitter (agar relay 12V cukup tegangan) maka diberi tegangan panjar 12V.
Berapakah VBE?
12V-5V = 7V
jika VBE sebesar 7V maka relay akan selalu ON
karena 7V >> 0,6V (baca: tujuh volt jauh lebih besar dari 0,6V)!!!
Kesimpulannya…???
Anda tarik sendiri ya…??
SOLUSI:
- gunakan transistor NPN satu lagi untuk men-drive transistor PNP
- Jika anda tidak ingin menggunakan 2 transistor dan ingin menggunakan 1 transistor PNP untuk 1 relay maka anda bisa menggunakan IC regulator 7905 untuk -V. sehingga saat power dihidupkan (power on reset) transistor PNP tidak akan ter-triger denang logika HIGH.
SELAMAT MENCOBA!!!
Gowes to Imogiri… 01/01/2011
Posted by Dian Agus in Gowes, Hobby.add a comment
bersama temen-temen fotografer, kemarin Jum’at, 31 Desember 2010 kami menuju ke bukit Imogiri…
Program Screen Capture Desktop yang mudah “SNAP IT 3.7″ 16/09/2010
Posted by Dian Agus in Computer, Review, Software, Tips & Trik, tutorial.2 comments
Apakah anda sering membuat tutorial dengan menyisipkan gambar pada tampilan (screen) komputer? Jika ya maka anda membutuhkan program screen capture desktop.
Sesungguhnya di Windows sendriri sudah disediakan Fasilitas untuk mencapture tampilan desktop namanya Print Screen dengan tombol shortcut pada keyboard Prt Sc yang biasanya berdekatan dengan tombol Ins dan ScrLk di pojok kanan atas diatas number pad.
Pada dasarnya Print Screen Windows memang bisa, tapi kita harus punya program lain agar bisa di PASTE kan di program misal Photoshop atau Microsoft Paint Microsoft Office atau Wordpad. Jika kita menginginkan langsung menjadi JPG, PNG atau yang lainnya kita butuh program screen capture desktop. Salah satu progam screen capture desktop yang dapat anda pakai yaitu “SnapIt” dengan versi terbarunya yaitu versi 3.7.
SnapIt 3.7 merupakan program ringan dari Digeus dan programnya bisa di download di
http://digeus.com/downloads/snapit/files/3/snapit_3_7.exe
Setelah di instal, secara otomatis akan berada di Sistem Tray Windows Anda. seperti tampak pada gambar dibawah ini:

Gambar Kamera Diatas merupakan program Snapit dan gambar ini merupakan hasil dari program SnapIt 3.7
SnapIt sangat mudah digunakan untuk meng-capture screen termasuk windows, menus, full screen, rectangular regions, web pages dan pengambilan gambar bergerak. Tinggal anda pencet PrtSc (seperti PrintScreen windows) maka anda sudah bisa melihat di folder gambar yang anda capture tersebut. selain itu Feature yang ditawarkan sangat banyak yaitu:
- Supports hotkeys (tombol keyboard yang digunakan untuk mencapture dapat kita atur)
- auto-saving (penyimpanan di folder yang bisa kita atur secara otomatis),
- Automatically copies screenshots to the clipboard (sudah langsung bisa di PASTE karena sudah berada di Clipboard)
- Tracks capture history (yang di capture terdahulu bisa dirunut sejarahnya),
- bisa disimpan dalam format BMP, GIF, JPEG, PNG and TIFF formats
- Auto-names captured images
Untuk lebih jelasnya silakan langsung ke situs resminya:
http://www.digeus.com/products/snapit/snapit_screen_capture_3_5.html
Demikian sedikit review dari saya, kurang lebihnya saya ucapkan terimakasih sudah menyempatkan untuk membacanya.
Ucapan terimakasih:
- Julia Taylor dari Digeus, Inc, yang telah mempercayai saya untuk mencoba program SnapIt versi 3.7
- Digeus (http://www.digeus.com)
Charger Sepeda dari NOKIA 03/09/2010
Posted by Dian Agus in Gowes, HandPhone, Hobby, Merakit, Review.2 comments
Charger Sepeda dari Nokia | Nokia Bike Charger
Charger Sepeda dari Nokia, baru saja dirilis,Nokia Bike Charger ini akan membantu para penggemar sepeda mengisi Nokia mereka saat bersepeda, jadi tidak usah takut kehabisan batrei sewaktu bersepeda. Harga jual sekitar 15EURO. Untuk HP merek lain bisa dimodifikasi kabel konektornya, tentu saja ini tidak direkomendasikan oleh Nokia, akan tetapi bagi kita Electronics Maniac harus bisa memodifikasi agar sesuai dengan HP yang kita miliki.. tul gak..??
Liputannya seperti berikut ini,
Dari situs Fotounik.net artikel ini saya dapatkan, dan dari web itu konon dapatnya juga dari situs resmi Nokia.
Charger ini diberi supplay tegangan dari generator mini diban, seperti tampak pada gambar dibawah ini:
Sedangkan Spesifikasi Charger Sepeda dari Nokia | Nokia Bike Charger
Dimensions
Nokia Bicycle Charger Kit:
Dynamo: 40.5 x 94.5 mm
Charger: 70 x 34 x 21 mm
Phone holder: 142 x 22 x 24 mm
Connecting cables: 500 mm + 375 mm (from charger to dynamo), 350 mm (from charger to phone)
Weight
Dynamo (with mountings): 250 g
Dynamo (excluding brackets): 190 g
Charger: 36 g
Phone holder: 11.5 g
Connectors
2 mm charging interface
Operating temperature
-15°C to +55°C
Hardware
Power generation:
Compatible with bottle type bicycle dynamos with 6 V/3 W and 12 V/3 W output
5.0 V/450 mA/15 km/h. Maximum current 70 mA
Charging starts at ~6 km/h and maximum output is achieved at 25 km/h. Charging stops when the speed reaches 50 km/h.
Charging time depends on cycling speed, for example a Nokia 1202 with a 860 mAh battery can be charged with about 20 minutes of cycling at a speed of about 10 km/h (for the Nokia 1202 this would mean approximately 57 mins talk time or 74 h standby time)
Sales Package contents
Bottle Dynamo for Bicycles
Nokia Bicycle Charger DC-14
Nokia Phone Holder for Bicycles CR-124
4 black re-usable cable ties
Plastic bag (to protect the phone against dust and humidity)
Nah, dengan diluncurkannya Nokia Bike Charger seperti ini, saya rasa kita bisa membuat sendiri, dengan membeli dynamo (generator) dan beberapa rangkaian penstabil serta perata tegangan saya kira bisa dirakit sendiri, apalagi konektor charger sekarang bisa dengan mudah kita dapatkan di toko elektronika tanpa harus merogoh kocek yang mencapai puluhan ribu rupiah… Selamat bereksperimen…
Sebagai catatan ditoko daerah saya (jogja) banyak spare part kit yang sudah ada
misalkan:
- Dynamo (Toko sepeda, daerah Katamso atau Malioboro)
- Adaptor 500 ma kit (Toko Spare part Elektronika, daerah Katamso)
- Kabel Power mulai dari yang kecil sampai yang besar tipe apapun (toko spare part HP, daerah Kranggan)
- Dudukan (tukang las atau modifikasi dari dudukan HP, daerah jl bantul)
- Pengkabelan (Toko listrik/elektronika daerah Katamso)
- Lain-lain: baut, mur (toko mur baut)
PELUNCURAN ROKET NININO 31/08/2010
Posted by Dian Agus in Hobby, Merakit, Review, Rocket, Tips & Trik, tutorial.9 comments
Baru saja roket saya luncurkan, bersama dengan anak saya, Adz-Dzaki. Launcher tidak saya buat secara spesial akan tetapi saya menggunakan kursi plastik yang ditengah ada lubangnya, seperti tampak pada gambar berikut ini:
Peluncuran berjalan dengan sukses, sekalian membuat mainan baru bagi anak saya… berikut foto saat memompa udara kedalam roket sebelum diluncurkan…
Sebelum roket meluncur…sedikit demi sedikit udara masuk melalui pompa dan pentil bluduk..bluduk.. begitu air yang terisi udara, setelah agak penuh bunyinya berganti krak-krak… karena botol air mineral yang mendapat tekanan udara keluar… demikian sampai siap diluncurkan seperti tampak pada gambar berikut ini:
Setelah mencapai tekanan tertentu (belum bisa diukur berapa tekanannya) maka meluncurlah roket itu melebihi genteng gedung tingkat disamping rumah…(tidak tau tepatnya berapa meter) bisa kira-kira 10 meter lebih dengan durasi 8 detik dari mulai meluncur sampai jatuh ketanah. Hal ini saya variasikan dengan banyaknya air yang disisikan dalam tabung..
Semoga penelitian kecil ini menjadikan inspirasi bagi anda para pembaca.
Artikel terkait:
SIMULASI ROKET AIR “NININO” 27/08/2010
Posted by Dian Agus in Rocket, Simulasi, Tips & Trik.8 comments
Menyambung tulisan kemarin tentang perakitan roket air, maka sebelum di luncurkan perlu kiranya kita simulasikan terlebih dahulu sehingga kita bisa mengetahui performa dari roket yang saya beri nama “NININO”
Sekilas tentang “NININO”
Roket saya yang pertama ini diberi nama oleh anak saya Muhammad Mu’izzuddin Adz-Dzaki (umur: 28 bulan). Dia selalu bilang NININO kalau orang yang tidak mengerti apa yang dikatakannya. Karena masih belum fasih melafadzkan, kadang-kadang kata-kata yang muncul tidak begitu jelas misalkan kata “MOBIL” maka dia mengatakan “OBIN” nah, jika yang diajak bicara itu gak paham trus dia jawab sampai 3x (OBIN, OBIN, OBIN) maka yang keempat pasti akan mengatakan “NININO”, kadang kadang “UPA-UPA”, nah karena kelucuannya maka nama ini saya abadikan menjadi nama roket air pertama saya…
Simulasi Roket Air “NININO”
Simulator roket air ini saya dapatkan di: http://www.et.byu.edu/~wheeler/benchtop/sim.php , silakan menju ke link ini untuk memulai simulasinya.
- Input Data Ukuran Roket, Pertama kali, agar simulator mengetahui ukuran roket kita maka terlebih dahulu kita memberikan (input) data roket seperti tampak pada gambar dibawah ini:
- Hasil Simulasi, Setelah input data selesai dimasukkan maka klik pada tab RESULT maka akan tampak halaman seperti pada gambar dibawah ini:
bisa dilihat hasilnya jika input diberikan seperti gambar diatas, maka ketinggian roket mencapa 80 m, dengan waktu tempuh 8 detik. - Grafik Akselerasi Roket, untuk melihat grafik dari akselerasi (percepatan dari roket maka bisa di klik PLOT dan klik pada radio button Acceleration, seperti pada gambar dibawah ini:
- Grafik Kecepatan Roket, sedangkan untuk melihat grafik dari akselerasi (kecepatan dari roket maka bisa di klik PLOT dan klik pada radio button Velocity, seperti pada gambar dibawah ini:
- Grafik Ketinggian Roket, sedangkan untuk melihat grafik dari ketinggian maksimum roket maka bisa di klik PLOT dan klik pada radio button Height, seperti pada gambar dibawah ini:
Demikian, simulasi roket NININO, sebagai bahan acuan , nah besok saatnya percobaan…. Saksikan liputannya hanya di http://diagmatronics.wordpress.com
Artikel Terkait:
- Persiapan bahan Penyusun Roket
- Perakitan Body Roket
- Simulasi ROKET
- Pengadaan Pompa
- Pembuatan Launcher
- Saat Launching Perdana
- Hasil dan Pembahasan Roket Air buatan sendiri (belum tersedia)
Perakitan Roket Air 26/08/2010
Posted by Dian Agus in Hobby, Merakit, Rocket, Tips & Trik.3 comments
Setelah bahan terkumpul maka langkah selanjutnya yaitu merakit roket air.
Langkah pertama potong botol Air Mineral pada 1/4 bagian sebelah atas seperti pada gambar dibawah ini:
setelah dipotong, rekatkan bagian atas yang dipotong tadi pada bagian bawah botol yang satunya sehingga terdapat dua ujung yang sama yaitu 2 ujung dengan penutup botol.
Langkah selanjutnya yaitu potong bagian bawah dari klongsongan film roll, masukkan ke mulut botol air mineral.
Lem dengan glue gun sehingga tidak ada rongga udara. seperti pada gambar berikut ini.
Buka tutup klongsongan roll film, lubangi tengahnya dengan cutter, masukkan pentil (dop) lalu lem dengan glue gun, seperti pada gambar berikut ini:
Potong casing CD menjadi sirip (FIN) untuk driven roket seperti pada gambar dibawah ini sebanyak 3 buah:
rekatkan pada bagian bawah roket menjadi tegak lurus dengan body roket dengan ujung yang lancip menghadap kebawah, maka jadilah roket kita seperti pada gambar berikut ini:
Periksa pada bagian yang direkatkan dengan glue gun saat sirip direkatkan pada body roket, apakah ada yang berlubang atau tidak. tambal bila memang ada.
Untuk langkah selanjutnya yaitu pengujian roket.
Artikel Terkait:
- Persiapan bahan Penyusun Roket
- Perakitan Body Roket
- Simulasi ROKET
- Pengadaan Pompa
- Pembuatan Launcher
- Saat Launching Perdana
- Hasil dan Pembahasan Roket Air buatan sendiri (belum tersedia)
Persiapan Pembuatan Roket Air 26/08/2010
Posted by Dian Agus in Hobby, Rocket, Tips & Trik, tutorial.4 comments
Sebelum membuat Roket Air maka harus dipersiapkan bahan dan peralatan agar memperlancar dalam kita membuat Roket Air ini.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat roket ini sangat mudah didapatkan disekitar kita dan relatif murah karena memanfaatkan barang bekas, bahan-bahan tersebut adalah sebagai berikut:
- Botol Air Mineral ukuran 1,5 liter sebanyak 2 buah
- Klongsongan tempat roll film Fuji Superia sebanyak 1 buah
- Dop/ pentil ban sepeda 1 buah
- Casing CD plastik warna-warni sebanyak 1 buah
Untuk memperlancar dalam membuat Roket Air ini maka diperlukan beberapa alat sebagai pendukung, diantaranya yaitu:
Nah, setelah semua bahan dikumpulkan dan alat disiapkan maka langkah selanjutnya adalah perakitan Roket Air
Artikel Terkait:
- Persiapan bahan Penyusun Roket
- Perakitan Body Roket
- Simulasi ROKET
- Pengadaan Pompa
- Pembuatan Launcher
- Saat Launching Perdana
- Hasil dan Pembahasan Roket Air buatan sendiri (belum tersedia)
















