jump to navigation

Saklar Suara (Sound Activated Switch) 03/02/2010

Posted by Dian Agus in Elektronika, Gambar Rangkaian, Hobby, Tips & Trik, otomatis, tutorial.
3 comments

Saklar yang diaktifkan suara

Rangkaian diatas saya gambar memakai protel DXP, kemudian saya printscreen. Jika kurang jelas mohon beritahu saya. Rangkaian yang sensitif terhadap suara ini dapat bekerja dengan mikrofon dinamis seperti di atas, atau digunakan dengan electret (ECM) mikrofon. Jika menggunakan ECM, maka R1 (dengan garis putus-putus) harus dipasang. Untuk menyesuaikannya digunakan resistor 2.2k dan 10kohms.
Dua buah transistor BC109C yang digunakan sebagai pre-amp mic yang penguatannya (gain) datur menggunakan trimpot 10k. Output lebih lanjut diperkuat dengan menggunakan transistor BC182B. Untuk mencegah ketidakstabilan di preamp maka digunakan 100uF dipisahkan dengan kapasitor dan resistor 1k.

Tegangan Audio pada kolektor dari BC182B diperhalus oleh dua dioda 1N4148 dan kapasitor4.7uF .  Tegangan dc ini akan langsung mendorong BC212B transistor dan mengoperasikan relay dan LED.  Perlu dicatat bahwa rangkaian ini tidak “mengunci” Relay dan LED beroperasi sejenak di puncak respon audio.

Gain dari rangkaian dan kepekaan dikontrol oleh variabel 10k resistor pada emitor yang pertama (sisi kiri) transistor. Sebuah pengaturan awal dapat digunakan jika gainya tetap, potensiometer digunakan untuk memicu pada tingkat suara yang berbeda agar mendapatkan rata-rata suaranya.

Perlu dicatat juga bahwa rangkaina ini menutup kontak relay kemudian bukanya kembali (sesaat tindakan) yang teraktvasi oleh tanggapan terhadap audio puncak, hal ini dapat digunakan untuk mengkatifkan sirkuit lainnya.

Dioda di relay adalah dioda untuk mencegah tegangan balik yang bisa mencegah kerusakan pada transistor dan dapat digunakan  1N4003 atau 1N4004.

Bagaimana..?? silakan mencoba, jangan lupa komentarnya….

Bisakah Transistor PNP Digunakan Pada Mikrokontroler 8051 Untuk Mengendalikan Relay 12V? 01/02/2010

Posted by Dian Agus in Elektronika, Hobby, MCS-51, Tips & Trik, tutorial.
Tags: , , ,
add a comment

Pengalaman ini saya dapatkan saat merancang Pencacah Tablet Elektronik (Electronics Tablet Counter). Saat itu, untuk mengendalikan 2 buah motor yaitu motor 1 pengendali penyodok tablet dan motor 2 sebagai pengendali belt conveyor saya menggunakan Relay 12V dan sebagai drivernya adalah transistor NPN.

Lho..emang kenapa transistor NPN? apa ga berhasil? atau ada trouble?

Jawabannya, secara sistem keseluruhan tidak ada trouble akan tetapi ada sedikit yang aneh saat saklar POWER dihidupkan pertama kali.., yaitu motor berputar yang artinya karena saat mikrokontroler Power On Reset maka logika pada seluruh pin port adalah HIGH, otomatis hal ini menimbulkan transistor NPN juga ON…., jika transisto ON maka motor juga berputar, hal ini mengakibatkan keanehan, seharusnya saat power di ON kan maka semua tidak bergerak kecuali lampu indikator power dan Seven Segmen, maka solusinya harus active LOW dan solusinya selanjutnya harus menggunakan transistor PNP.

Marilah kita ingat-ingat kembali pelajaran Elektronika Dasar di Kuliah Semester awal mengenai transistor. Kalo Anda di SMA maka pada pelajaran Transistor akan ada beberapa istilah-istilah VBE, VCC, VEE dan IB, IC atau IE. Ingatkah bahwa transistor yang dibuat dari germanium akan aktif pada VBE = 0.3 V, sedangkan transistor yang terbuat dari bahan silikon akan aktif pada VBE = 0,6V. untuk VCC dan VEE serta IB dan lain-lainnya silakan lihat buku Vademikum Elektronika atau Buku Elektronika Jilid I (Sutrisno).

Kembali ke pertanyaan judul ini bisakah Transistor PNP untuk mengendalikan relay dengan mikrokontroler 8051?

Output  pin 8051 maksimal adalah 5V sedangkan pada emitter (agar relay 12V cukup tegangan) maka diberi tegangan panjar 12V.

Berapakah VBE?

12V-5V = 7V

jika VBE sebesar 7V maka relay akan selalu ON

karena 7V >> 0,6V (baca: tujuh volt jauh lebih besar dari 0,6V)!!!

Kesimpulannya…???

Anda tarik sendiri ya…??

SOLUSI:

  1. gunakan transistor NPN satu lagi untuk men-drive transistor PNP
  2. Jika anda tidak ingin menggunakan 2 transistor dan ingin menggunakan 1 transistor PNP untuk 1 relay maka anda bisa menggunakan IC regulator 7905 untuk -V  sehingga saat power dihidupkan (power on reset) transistor PNP tidak akan ter-triger dengan logika HIGH.

SELAMAT MENCOBA!!!

Online Via Flexinet 27/01/2010

Posted by Dian Agus in Uncategorized.
add a comment

Saya teringat jaman dahulu (2005-an), saat itu saya ingin Online via hand set, terserah mau pakai HT, HP, atau Kalkulator… he..he.., semua literatur saya kumpulkan, dan alhamdulillah saya bisa ON LINE dengan telkomnet instan, tapi mbayarnya wuih..wuih…. Muahal banget..

Pertama HP flexi pertama Nokia 3585i (monokrom, monophonic & inject) tidak bisa… trus ganti lagi pakai Nokia 3586i (colour, polyphonic & inject) tidak bisa… sampai softwarenya rusak dan harus masuk bengkel. Trus ganti lagi pakai Nokia 6016i (colour,polyponics, RUIM) alhamdulillah sampai sekarang bisa terus. Dahulu untuk internetan masih mahal, tapi sekarang dengan adanya paket-paket interetan misalkan flexinet sudah bisa online sehari penuh dengan biaya Rp.2500,-

bersambung….

Ultrasonik: Sebagai pengukur jarak 17/01/2010

Posted by Dian Agus in Uncategorized.
add a comment

Seperti yang telah dilakukan pada eksperimen di bagian R&D di blog ini, begitu juga postingan tentang ultrasonik secara bertahap akan saya hadirkan di sini. Setelah membaca postingan ini saya harap anda sudah bisa membuat ultrasonik pengukur jarak sendiri dengan mudah, murah dan memiliki ketelitian yang relatif cukup sebagai pengganti meteran konvensional.

Saat gelombang ultrasonik memancar dari transducer ultrasonik maka gelombang secara langsung akan mengenai penerima sehingga diberikan jarak tertentu agar kita saat membuat program bisa membuat tundaan dalam mengaktifkan penerima. Jarak yang ideal untuk mikrokontroler AT89S51 adalah 2.5 cm (1 inci) karena gelombang suara merambat dengan kecepatan 340 m/s maka dengan jarak 2.5 cm akan menghasilkan tundaan sebesar 7.3529411764705882352941176470588 e-5 detik (saya hitung menggunakan kalkulator di Windows XP) sehingga sama dengan 73 us. Transduser ultrasonik saya tempatkan pada bekas sisa kaset handycam, seperti tampak pada gambar berikut ini:

Rangkaian 7-Segemen Common Anoda 13/11/2009

Posted by Dian Agus in Elektronika, MCS-51.
add a comment

Rangkaian ini terdiri dari 4 buah LED 7-segment, 7 buah resistor pembatas arus yang menghubungkan pin output BCD-to-7-segment dengan LED pada 7-segment dan 4 buah transistor PNP yang berperan sebagai saklar elektronik.

Seven-segment ini menggunakan LED common anoda, yaitu seluruh anoda terhubung menjadi satu dan masing-masing katodanya dihubungkan dengan resistor yang berada di antara LED dan IC BCD-to-7-segment. Seluruh emitor transistor dihubungkan ke VCC, sedangkan masing-masing kolektornya dihubungkan ke masing-masing digit seperti tampak pada gambar. Masing-masing basis dari transistor PNP ini dikendalikan oleh P2.0 sampai P2.3 pada mikrokontroler AT89S51. Jika P2.0 LOW, maka LED paling kanan akan menyala dan sebaliknya, demikian berlaku untuk keempat transistor tsb.

Sebenarnya keempat display tersebut tidak menyala bersamaan, mereka dinyalakan secara bergantian, tetapi karena waktu gilirannya sangat cepat, yaitu sekitar 20 ms atau kurang, maka mata kita melihatnya seolah-oleh mereka menyala berbarengan.

Stop Perubahan Iklim…!!! 07/11/2009

Posted by Dian Agus in Hobby.
2 comments

Ride Planet Earth 6 Desember 2009

6 Desember 2009.... Gunakan Sepedamu...

Ride Planet Earth: Pada tanggal 6 Desember 2009 dihimbau untuk bersepeda di seluruh planet bumi sehingga memenuhi jalan raya, jalan-jalan desa dan trek tanah sebagai sarana untuk menunjukkan kapasitas dan kesediaan orang biasa dalam mengambil tindakan terhadap perubahan iklim yang berbahaya.

Di daerah Kopenhagen denmark, yang paling penting negosiasi perubahan iklim di lebih dari satu dekade akan dimulai. Tindakan kita akan mendesak delegasi pemerintah negara-negara maju untuk:

… Bertindak atas perubahan iklim saat ini, untuk memenuhi tanggung jawab internasional mereka, mengambil tanggung jawab atas keberadaan dan arus emisi rumah kaca dengan mengurangi emisi segera dan membuat target pengurangan emisi domestik sekurang-kurangnya 40% pada tahun 2020.

Untuk membantu negara-negara di dunia berkembang dalam beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim, mengurangi emisi gas rumah kaca dan dana riset teknologi karbon rendah, memungkinkan mereka untuk mengembangkan dalam ekologis dan sosial yang berkelanjutan.

Diterjemahkan dari: http://rideplanetearth.org/

Survey Tool 30/08/2009

Posted by Dian Agus in Elektronika, Tips & Trik, tutorial.
add a comment

Setiap pelaku elektronika atau biasa orang menyebut teknisi (sebagai pembeda antara peneliti) akan sering menggunakan beberapa survey tool untuk melakukan kegiatan (oprek, dsb).

Kegiatan tersebut tidak akan berhasil tanpa menggunakan beberapa sur vey tool karena indera kita yang terbatas. Keterbatasan ini dapat di kembangkan oleh beberapa perusahaan elektronika sehingga mereka bisa memproduksi berbagai macam survey tool untuk membantu kegiatan para teknisi.

Dalam penggunaan survey tool setiap orang memiliki kriteria tertentu untuk menentukan penggunaan survey tool tersebut. untuk itu pada kesempatan kali ini penulis akan membeberkan berbagai pengalaman menggunakan survey tool yang dimiliki oleh penulis.

Postingan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman menggunakan survey tool sehingga para pembaca bisa memberikan komentar atau bahkan sharing terlebih-lebih bisa menuangkan pengalamannya dalam menggunakan survey tool yang sama. Selanjutnya bisa mengembangkan elektronika di Indonesia…

Survey tool yang akan saya utarakan di postingan kali ini akan saya bagi dalam 2 buah kelompok besar yaitu Analog dan Digital sehingga nantinya juga akan saya bagi tulisan ini menjadi 2.

SURVEY TOOL ANALOG

Pada jaman dahulu kala, survey tool yang digunakan masih berupa pengukuran-pengukuran sinyal analog (kontinue) sehingga survey tool yang digunakan berupa pengukuran sinyal-sinyal analog.

  1. Multimeter, perangkat pengukuran super umum dan wajib dimiliki oleh seorang teknisi elektronika. Pernah ada yang menyebutkan AVO meter yaitu Ampere Voltase dan Ohm. Merek yang saya gunakan adalah merek SUNWA YX-360-TRN saya membelinya waktu saya masih awal belajar elektronika dasar di bangku SMP tahun ‘93-an. Multimeter itu dahulu saya beli seharga Rp. 20.000,- tapi sekarang sudah naik sektiar 60 ribu sampai 100 ribu. Merek Sunwa tersebut merupakan tiruan dari merek SANWA yang asli Jepang. Pada dasarnya penggunaanya tidak beda antara SUNWA dan SANWA, akan tetapi dilihat dari durability nya merek yang SANWA sangat bagus (saya pernah menggunakannya saat di Lab Elektronika DASAR UAD). Akan tetapi bagi yang hanya digunakan untuk mengetes nyambung tidak nya kabel atau untuk mengetahui kaki Basis Emiter Colector pada transistor maka merk murahan sekalipun masih bisa digunakan. Artinya anda bisa membeli yang murahan jika ketelitian tidak diperlukan. Saya sarankan ANDA harus punya piranti ini!!! Multimeter saya telah dimodifiksai probe-nya. Probe yang saya gunakan adalah probe yang terbuat dari jarum suntik yang sudah tidak terpakai agar bisa menjangkau bagian jalur yang kecil-kecil.
  2. SOLDER + Standar nya, Piranti ini pertama kali saya miliki tahun 1993 bersamaan dengan multimeter sunwa YX-360TRN, saya membelinya seharga Rp. 5000,- merk tidak terkenal akan tetapi sekarang saya memilih DEKKO 2 pilihan daya yaitu 40W dan 100W. Solder yang saya miliki sekarang berbentuk pistol karena memudahkan untuk kita dalam menyolder, disamping pegangannya mantab, solder pistol memiliki indikator lampu dan pilihan daya untuk menghasilkan panas sesuai yang kita inginkan
  3. TIMAH SOLDER, dahulu saya menggunakan timah dengan merk Pangging, akan tetapi saat bulek saya berada di Batam saya dibelikan 2 Roll timah dengan dengan diameter yang sangat kecil dan lembut. sampai saat tulisan ini terbit masih ada.
  4. HELPING HAND, Untuk membantu saat penyolderan PCB atau saat pengetesan dengan multimeter, saran saya cari helping hand yang ada kaca pembesar agar bisa melihat jalur PCB yang lembut-lembut saat trouble shooting.
  5. ATTRACTOR, untuk menghilangkan timah solder di pad PCB bisa menggunakan attractor, saya menggunakan Dekko seharga 25 ribuan, saat darurat anda bisa menghilangkan timah solder dengan bantuan kabel berserat banyak dan gondorukem atau juga bisa pakai Loffet yang banyak dijual dipasaran.
  6. TANG POTONG, cari yang memiliki per, saya menggunakan merk dekko dengan ujung tipis
  7. TANG MONCONG PANJANG (JEPIT)
  8. TANG BESAR (PEGANG), tang ini biasa dipakai oleh tukang besi
  9. RAGUM (TANGGEM), agar saat pemasangan soket IDC mudah gunakanlah ragum, saya menggunakan ragum kecil saya beli sekitar 50 ribuan
  10. PINSET, untuk mengambil komponen yang kecil-kecil atau pemegang kabel bisa menggunakan ini, saya punya 2 macem yaitu pinset ujung benkok dan pinset lancip
  11. GLUE GUN, banyak orang yang menyebutnya lem plastik, saya juga menggunakan Dekko
  12. PENITIK BESI, Alat ini saya buat dari sebuah jari-jari sepeda motor atau sepeda ontel (ruji: jawa) yang saya kikir sehingga runcing, alat ini biasa saya gunakan untuk menggores pada plat besi atau memberi tanda saat pembuatan box atau PCB dengan cara di “titik”.
  13. KIKIR, saya memiliki kikir gepeng untuk menghaluskan/meratakan bidang datar , kikir bulat untuk menghaluskan bidang bolong, kikir segitiga untuk menghaluskan sisi lancip, kikir kotak untuk membuat siku pada pojokan. Idealnya jenis kikir ini ada kikir setengah lingkaran kikir halus, kikir kasar, kikir sangat halus.. saya mengetahui saat di BLPT Yogyakarta, disana jenis kikir sangat lengkap.
  14. bersambung

ISP USB Downloader Atmel MCS-51 10/06/2009

Posted by Dian Agus in Elektronika, MCS-51, Tips & Trik, tutorial.
Tags: , , , , , , ,
4 comments

Jaman sekarang sudah banyak yang pakai laptop untuk “beraksi”. Seperti kita yang bergelut dalam bidang mikrokontroler sudah sewajarnya beralih ke standar baru yaitu “standar laptop” artinya pakai Universal Serial Bus (USB). Karena laptop jaman sekarang sudah tidak ada port paralel atau port serial lagi. Apalagi dengan kemampuan USB yang layak dipertimbangkan, karena efisien, cepat, efektif, mudah serta kompatibilitas dan dukungan hardware yang hampir semua merujuk ke USB.

Sebulan yang lalu saya hunting tentang apa, bagaimana dan alat apa yang cocok untuk dibeli atau dibuat berkaitan dengan downloader Atmel untuk MCS-51, tentu saja yang menggunakan USB. Saya menemukan beberapa diantaranya ada yang langsung minimum system dan ada yang hanya koneksi ISP. Akhirnya saya pilih untuk menggunakan downloader yang menggunakan koneksi ISP saja, disamping saya bisa sembari meng’kompatibel’-kan hardware buatan saya saya juga bisa menghemat dana.

Beberapa toko online saya datangi, diantaranya yaitu: Toko Robot, Prasimax atau Delta Elektronik. Entah kenapa akhirnya saya memilih Prasimax.. dan saya saat itu mantap sekali dengan tampilan web-nya, interaktif, mudah walaupun agak lebih mahal dari beberapa kompetitornya. Setelah mengirim form pemesanan dan mentransfer sejumlah dana, 2 hari kemudian pesanan itu sampai di rumah. diantaranya yaitu:

Isi dari pesanan saya, K-51

Isi dari pesanan saya, K-51

  • 1 set Downloader USB + penjelasan 1 lembar
  • 1 kabel USB
  • 1 kabel konverter ISP
  • CD Driver
  • Packing

Inilah beberapa tips untuk menghubungkan K-51 ke Laptop anda:

  1. Buka CD Driver bawaannya Instal Prolific di folder driver Win XP, jika meminta ser2pl.sys arahkan ke folder Driver Win98,2K dalam CD bawaan. Copykan folder ISP_PROG V1.3 ke dalam HardDisk anda. jika ga ada download di sini. Simpan kembali CD Drivernya.
  2. Restart Laptop anda
  3. Buat rangkaian AT89Sxx tanpa reset, (saya pernah mencoba menggunakan POR (power on reset yang ada di MPD-ISP V1.1 buatan saya) gak jalan. contoh rangkaian:
    Hardware target sementara, untuk testing aja..

    Hardware target sementara, untuk testing aja..

  4. Jalankan ISP_PROG V1.3 terlebih dahulu sebelum menancapkan kabel USB
  5. Tancapkan kabel USB Bawaan beserta K-51
  6. Jangan lupa posisi saklar S/P harus ke P (Programming)
  7. Kini hardware target siap digunakan di Laptop Anda.

Menghubungkan K-51 ke Hardware Target dan ke USB Laptop

Menghubungkan K-51 ke Hardware Target dan ke USB Laptop

Tunggu postingan selanjutnya tentang penggunaan ISP Prog V1.3

Jika bawaan CD ga bisa di buka anda bisa download di sini

Ultrasonic sebagai Pengukur Jarak (bag 1) 20/04/2009

Posted by Dian Agus in Elektronika, MCS-51, Tips & Trik, tutorial.
Tags: , , ,
add a comment

Satu lagi dari….M***ra, eh..kliru Satu lagi dari diagmatronics…Ultrasonic… (waw kelihatan keren ya)

Saya jadi teringat dengan iklan biskuit di televisi jaman saya kecil dulu, Yup benar saya mengadopsi iklan itu untuk menunjukkan satu lagi dari diagmatronics. Baiklah akan kita mulai hasil eksperimen tentang ultrasonic sebagai pengukur jarak.

Ente-ente sekalian tahu kan kelelawar. Makhluk malam yang bisa terbang tanpa melihat dalam kegelapan dan ga pernah nabrak… atau pernah lihat bagian belakang mobil yang ada 2 lubang tertutup strimin perak di pinggir bemper? Kesemuanya sama menggunakan teknologi yang sama, yaitu ultrasonic.

Pada kelelawar, gelombang ultrasonic yang dikeluarkan dari kepakan sayap atau raungan mulut akan membuat gema (echo) yang kemudian ditangkap kembali oleh telinga kelelawar sebagai pantulan yang memberikan rentetan data agar bisa memetakan daerah sekitarnya.., nah itulah rahasia kelelawar gak pernah nabrak waktu terbang dimalam hari.

Sedangkan pada mobil mewah terdapat 2 lubang strimin yang tak lain adalah transducer ultrasonic. Yang satu pemancar sedangkan yang lain adalah penerima.

Sensor ini terbuat dari bahan piezoelectric yang bisa memancarkan/menerima gelombang ultrasonik dengan tipe-tipe berlainan tergantung dari kualitas bahan pembuatnya. Ultrasonic yang ada di pasaran (Toko Sin** lama ataupun Sin** Baru Jogja) hanya menyediakan yang memiliki range antara 38 kHz ~ 45 kHz seharga Rp.20 ribu ~ Rp 40 ribu.

Tips memilih ultrasonik transducer:

  1. Pilih strimin yang kuat dan tidak rapuh (bisa penyok)
  2. bagian striminnya cari yang perak dan bukan yang hitam
  3. biasanya yang hitam (gampang penyok) itu 20 ribuan sedangkan yang perak sekitar 40 ribuan

Oke itu dulu postingan dari kami, dan ikuti post selanjutnya ….. jangan lupa commentnya

yang akan datang schematic dari Ultrasonic…

BROWSING tanpa BROWSER 14/04/2009

Posted by Dian Agus in Computer, Tips & Trik, tutorial.
Tags: , , ,
add a comment

Bagi yang di kantornya internetanya di blokir, (sst..kaya teman saya yang kerja di retail besar di Jogja), atau anda yang kehilangan akses internet karena browser-browser seperti: Internet Explorer, Mozilla FireFox, atau opera di disable oleh Admin, maka anda bisa menerapkan trik jitu ini. Tips ini saya temukan dari berbagai sumber dan legal.

Baik kita mulai aja yooo..

Pertama, pastikan bahwa windows Xp anda mempunyai salah satu dari program ini: Notepad atau wordpad atau paint, kalo ga ada semua kebangetan tuh yang nginstal. Baik dalam tutorial ini akan saya pandu dengan menggunakan Notepad.

1. Buka Notepad, Start>All Program> Accessories> Notepad

2. Perhatikan tab menu di sana, arahkan mouse anda ke Help> HelpTopics

Masuk ke Help Topics

Masuk ke Help Topics

3. Pada Title bar (jika Windows anda belum diubah-ubah warnanya biru dibagan atas sendiri), pada contoh kali ini warnanya hitam.Seperti yang ditunjuk anak panah 1 Klik kanan trus menuju ke Jump to URL…, seperti tampak pada gambar dibawah ini:

Gambar urutan operasi menuju Jump to URL..

Gambar urutan operasi menuju Jump to URL..

4. jika telah muncul kotak dialog seperti pada gambar dibawah ini, ketikkan nama website dengan didahului http:// setiap kali akan buka situs.

Kotak dialog Jump to URL...

Kotak dialog Jump to URL...

5. Setelah klik OK, maka akan menuju situs yang di inginkan, seperti contoh dibawah ini ke blog diagmatronics…

Blog diagmatronics dibuka melalui Help Topics

Blog diagmatronics dibuka melalui Help Topics

TIPS: Jika tampilan anda ingin lebih besar maka anda bisa menyembunyikan kolom disebelah kiri dengan klik Hide di pojok kiri atas.

Selamat! sekarang anda bisa browsing tanpa adanya browser internet. Sehingga suatu saat Admin anda akan men-disable Notepad atau Wordpad komputer anda karena Anda gunakan untuk browsing he…he…dan menyebabkan pekerjaan anda jadi terbengkalai…

Tips ini saya dedikasikan untuk teman saya yang di CK…

semoga Anda bisa sedikit lebih maju dari mereka….hiks…