TIPS Pemotretan Manten (Dasar): Ilmu “titen” 01/01/2009
Posted by Dian Agus in Uncategorized.Tags: dasar, tips
trackback
Pemotretan wedding (manten :bhs jawa) merupakan sesuatu yang relatif mudah jika kita memiliki ilmu “titen” alias mencermati dan selanjutnya diingat-ingat.
Seperti pose klasik dibawah ini cermati dan ingat gayanya trus dipraktekkan maka anda akan menemukan sendiri style Anda.

Gambar 1. Pose Klasik Pernikahan jawa
Untuk pemotretan pernikahan seperti contoh diatas yang perlu dipersiapkan adalah peralatan studio yang bisa dibawa ke lokasi pemotretan. Peralatan studio diantaranya yaitu:
1 set payung reflektor, 1 set AC strobo Slave unit, 1 set tripod lampu, 1 buah background, 1 set tripod background, 1 buah karpet hitam yang berukuran 1,5 x 2 meter.
Tentang pemilihan kamera digital itu terserah Anda. Jika saya fanatik dengan Canon. Diantara kelebihan kamera Canon pada ISO yang tinggi (1600) atau dalam kondisi cahaya minnim maka Canon lebih halus noisenya.
Sekedar pemberitahuan, seluruh foto yang ditampilkan di blog ini menggunakan kamera Canon. Saya menggunakan Canon 350D, disamping harganya ekonomis tipe ini sangat handal.
Pemotretan indoor (studio) dalam mengatur diafragma dan speed tergantung dengan lampu yang digunakan.
Saya menggunakan flash slave studio merk tertentu seharga 250 ribu (1 pcs) menghasilkan diafragma f/7.1 dan speed 1/50 s, dan jika dengan itung-itungan didapatkan f/5.8. Akan tetapi saya mempunyai tips: jepret beberapa kali (metode bracketing) trus pilih gambar yang cahayanya pas (tidak terlalu over exp atau under exp) terus dengan ilmu “titen” ingat-ingat dan terapkan pada seluruh foto studio indoor Anda. so hasilnya akan bagus terus. Istilahnya experimen sekali dipakai berkali-kali.
Untuk beberapa kasus jika Anda baru pertama memotret maka anda akan merasakan ‘mati gaya’ alias kehabisan ide untuk posing model (mempelai) dikarenakan grogi atau ilmu ‘titen’ nya belum anda amalkan…
So saya punya tips:
1. cari gambar di internet tentang pose-pose pernikahan baik jawa atau luar negri, download dan simpan.
2. beli sebuah ipod nano, kalo kemahalan ya MP4 lah.. yang harganya sekitar 300 ribuan, yang memiliki layar 1 inci fullcolor.
3. Foto hasil download tadi di-Croping pakai Photoshop, dengan ukuran sesuai dengan layar MP4 Anda, sehingga tidak memerlukan scroll kebawah, keatas atau kesamping saat ditampilkan di MP4.
4. simpan hasil crop tadi ke MP4
5. buka gambar tersebut saat Anda kehabisan ide atau ‘mati gaya’
Demikian sekelumit dari pengalaman saya memotret selama 7 tahun belakangan ini. Semoga bermanfaat, dan tunggu tips berikutnya.
salam,.
bicara manten, gayanya kan memang ya cuma gitu-gitu aja. kayaknya terlalu ribet juga kalo kita motret tunggu ngintip mp4
ini bukan untuk yg Prof bung dita, kalo yg prof tu dah di luar kepala bahkan malah improvisasi sendiri…. he..he.., kalo gaya mantennya cuman itu-itu saja (ga ada inovasi) maka anda akan ditinggalkan konsumen….tul ga bung?
saya adalah fotografer kampung yang ingin lebih meningkatkan kwalitas jepretan saya kebetulan saya juga pengguna canon 350D dan saya mengakui kwalitas dan keekonamisanya, yang saya inginkan saat ini adalah sofwere tambahan untuk edit gambar atau plug in yang bisa di gunakan pada photoshop, dan contoh2 pose kemanten busana jawa untuk sesi foto clous-up, terimakasih
apalagi saya mas, kampungan banget… he..he.. oke saya ga janji akan mengupload tapi sebagian bisa anda lihat di http://diagmastudio.wordpress.com , trimakasih atas kunjungannya…
wah seneng nih ad forum kyk gni sy jg seorng fotografer amatir kl bs kasih tips motret mnten yg gampang,contoh :bagian tubuh mana dari sng manten yg perlu d “tekuk tekuk”biar kliatan bgus d poto
siipppppppp q seng ada kyak gni q sebagai foto grafer bsa lebih tau gya2 maten lok bsa tambah lg biar banyak gya jg waktu q foto manten
mas aku baru buka studio ku perlu banyak belajar tentang pemotretan tolong di ksih model2 foto manten hasil fotoan mas
coba berkunjung ke blog saya yang fotografi: http://diagmastudio.wordpress.com
mas saya ingin buka foto manten berapa biaya awal. catatan uang saya dibilang minim. tolong masukannya. makasih.
yang pasti Kamera DSLR kalau bisa yang Semi pro, Canon EOS 50D, 60D atau 7D sekitar 8-15 jt, sedangkan Flash sekitar 1-4,5 jt, trus lampu studio dan perlengkapannya sekitar 5 jt an. untuk tahap awal wedding photographer bisa mencapai 25jt-an…harap sahabat Tama cari literatur di FN (Fotografer.net)…