jump to navigation

Pengaturan Saat Pencetakan PCB Altium Designer 6 22/11/2014

Posted by Dian Agus in Computer, Elektronika, Gambar Rangkaian, Software, Tips & Trik.
Tags:
add a comment

Untuk memproduksi PCB saat ini bisa digunakan program yang sangat mudah, salah satunya Altium Designer 6 yang didalamnya sangat komplit untuk membuat schematic ataupun membuat PCB (Printed Circuit Board).

Kadang saat mencetak bagian lubang kaki komponen tidak tercetak alias tertutup, sehingga perlu trik khusus untuk membuat agar hole (lubang) dapat kelihatan sehingga saat proses pengeboran menjadi mudah.., demikian tips dan trik nya semoga bermanfaat untuk sahabat sekalian..

Cara setting sebelum mencetak PCB:

  1. Buka File PCB altium
  2. File>Fabrication Output> Final

    Menampilkan Final Output

    Menampilkan Final Output

  3. Setelah tampil Preview Final Artwork Prints of (Nama File) Klik Kanan Configure klik Holes agar lubang pada kaki tampil

    Bagian Hole yang di Centang

    Bagian Hole yang di Centang

  4. Untuk setting Halaman klik Page Setup> pada Scaling harus menunjukkan angka 1 yang berarti 1:1 atau ukuran sebenarnya

    Memastikan skala 1:1

    Memastikan skala 1:1

  5. Tinggal print ke PDF atau ke printer langsung

    Gambar Hole tercetak

    Gambar Hole tercetak

POWER SUPPLY 12V 10/01/2012

Posted by Dian Agus in Elektronika, Gambar Rangkaian, Merakit.
add a comment

Gambar Rangkaian Power Supply 12 V

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebuah peralatan biasanya beroperasi pada tegangan 12V, jika untuk digital tegangannya 5V, kali ini akan coba saya tampilkan catu daya 12V teregulasi.  Diatas merupakan gambar -rangkaian Pencatau Daya 12V DC.

U1 LM7812 +12 VDC Voltage Regulator
BR1 4 amp bridge rectifier
T1 18 volt, 2 amp ac transformer
F1 2 amp slow-blow fuse
S1 SPST toggle switch
R1 330 ohm resistor
C1 3,000 uF electrolytic capacitor, 35 volt min.
C2 100 uF electrolytic capacitor, 35 volt min.
LED1 Light Emitting Diode
MISC. fuse holder, heat sink for U1, binding posts, ac cord with plug, chassis

Semua resistor menggunakan toleransi 5% atau 10%. Gunakan tegangan 220V dan jangan mengoperasikan rangkaian ini jika terkena air.

gambar ini saya peroleh dari

http://www.reconnsworld.com/power_12vpowersupp.html

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1431 H 16/09/2010

Posted by Dian Agus in AVR, Computer, DATA SHEET, Elektronika, Gambar Rangkaian, Gowes, HandPhone, Hobby, Islamic Center, MCS-51, Merakit, otomatis, Review, Rocket, Simulasi, Tips & Trik, Translating, tutorial.
2 comments

Dian Agus Maryanto (29 thn), Sri Nuryaningsih (29Thn), Muhammad Mu’izzuddin Adz-Dzaki (2 thn) , Adhwa Ranna Raihana (5 bln), mengucapkan TAQOBALALLAHU MINNA WAMINKUM TAQABALALLAHU YA KARIIM, MINAL AIDIN WALFAIDZIN, Setiap postingan di blog ini mungkin ada kesalahan atau kekeliruan dalam menuliskannya sehingga tidak berkenan dihati para pembaca kami mohon maaf sebesar-besarnya…

Traffict LED (baca: Light) dengan Mikrokontroler AT89S51 31/03/2010

Posted by Dian Agus in Elektronika, Gambar Rangkaian, MCS-51, otomatis, Tips & Trik, tutorial.
Tags: , , , ,
add a comment

Apakah anda suka dengan sebuah maket yang didalamnya ada jalan, gedung bertingkat dan gunung-gunung serta sungai…?? Tentu semua orang suka dengan miniatur tersebut. Diantara jalan-jalan yang panjang ada juga persimpangan yang berupa perempatan atau pertigaan. Pernahkah anda terpikir untuk membuat traffict LED (baca:Light) (bangjo:=jawa) di persimpangan dalam miniatur tersebut?

Jika anda berminat untuk membuat trafict light miniatur menjadi sebuah kenyataan anda dapat meneruskan membaca postingan berikut ini.

Hasil yang diharapkan yaitu anda bisa memprogram dan membuat hardware traffict light dengan LED sebagai penampil nya.

Pertama kita hitung dulu perkiraan anggaran yang akan kita butuhkan. Untuk membuat traffict LED kita membutuhkan beberapa komponen diantaranya LED warna merah kuning dan hijau usahakan yang buram biar bisa dilihat dari berbagai sudut, Mikrokontroler AT89S51, Soket 40 pin, PCB berlubang ukuran IC, timah solder dan beberapa buah kabel (jika memungkinkan warnanya disesuaikan dengan kabelnya jangan lupa warna hitam juga untuk groundingnya) biaya yang Anda keluarkan sekitar Rp 25.000,- sampai Rp 30.000,-.

Jika kita sketsa terlebih dahulu gambarnya seperti ini:

Traffict LED

Pada tahap eksperimen ini tidak usah diberi cover Traffict LED nya, nanti setelah jadi kita susun ulang cover dan pengkabelannya…

Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk membangun traffict LED ini yaitu: Solder, Tang Potong, Pinset, Ragum Kecil, Cutter, Attractor dan helping hand. Anda bisa mendapatkan referensi alat disini

Artikel Selanjutnya:

-Pengendali Traffict LED Menggunakan Mikrokontroler AT89S51

-Download Gambar Rangkaian

-Download Gambar Pengkabelan

-Survey tool (sebagai referensi alat yang dibutuhkan)

Saklar Suara (Sound Activated Switch) 03/02/2010

Posted by Dian Agus in Elektronika, Gambar Rangkaian, Hobby, otomatis, Tips & Trik, tutorial.
58 comments

Saklar yang diaktifkan suara

Rangkaian diatas saya gambar memakai protel DXP, kemudian saya printscreen. Jika kurang jelas mohon beritahu saya. Rangkaian yang sensitif terhadap suara ini dapat bekerja dengan mikrofon dinamis seperti di atas, atau digunakan dengan electret (ECM) mikrofon. Jika menggunakan ECM, maka R1 (dengan garis putus-putus) harus dipasang. Untuk menyesuaikannya digunakan resistor 2.2k dan 10kohms.
Dua buah transistor BC109C yang digunakan sebagai pre-amp mic yang penguatannya (gain) datur menggunakan trimpot 10k. Output lebih lanjut diperkuat dengan menggunakan transistor BC182B. Untuk mencegah ketidakstabilan di preamp maka digunakan 100uF dipisahkan dengan kapasitor dan resistor 1k.

Tegangan Audio pada kolektor dari BC182B diperhalus oleh dua dioda 1N4148 dan kapasitor4.7uF .  Tegangan dc ini akan langsung mendorong BC212B transistor dan mengoperasikan relay dan LED.  Perlu dicatat bahwa rangkaian ini tidak “mengunci” Relay dan LED beroperasi sejenak di puncak respon audio.

Gain dari rangkaian dan kepekaan dikontrol oleh variabel 10k resistor pada emitor yang pertama (sisi kiri) transistor. Sebuah pengaturan awal dapat digunakan jika gainya tetap, potensiometer digunakan untuk memicu pada tingkat suara yang berbeda agar mendapatkan rata-rata suaranya.

Perlu dicatat juga bahwa rangkaina ini menutup kontak relay kemudian bukanya kembali (sesaat tindakan) yang teraktvasi oleh tanggapan terhadap audio puncak, hal ini dapat digunakan untuk mengkatifkan sirkuit lainnya.

Dioda di relay adalah dioda untuk mencegah tegangan balik yang bisa mencegah kerusakan pada transistor dan dapat digunakan  1N4003 atau 1N4004.

Bagaimana..?? silakan mencoba, jangan lupa komentarnya….

Ultrasonik: Sebagai pengukur jarak 17/01/2010

Posted by Dian Agus in Elektronika, Gambar Rangkaian, MCS-51, otomatis.
7 comments

Seperti yang telah dilakukan pada eksperimen di bagian R&D di blog ini, begitu juga postingan tentang ultrasonik secara bertahap akan saya hadirkan di sini. Setelah membaca postingan ini saya harap anda sudah bisa membuat ultrasonik pengukur jarak sendiri dengan mudah, murah dan memiliki ketelitian yang relatif cukup sebagai pengganti meteran konvensional.

Saat gelombang ultrasonik memancar dari transducer ultrasonik maka gelombang secara langsung akan mengenai penerima sehingga diberikan jarak tertentu agar kita saat membuat program bisa membuat tundaan dalam mengaktifkan penerima. Jarak yang ideal untuk mikrokontroler AT89S51 adalah 2.5 cm (1 inci) karena gelombang suara merambat dengan kecepatan 340 m/s maka dengan jarak 2.5 cm akan menghasilkan tundaan sebesar 7.3529411764705882352941176470588 e-5 detik (saya hitung menggunakan kalkulator di Windows XP) sehingga sama dengan 73 us. Transduser ultrasonik saya tempatkan pada bekas sisa kaset handycam, seperti tampak pada gambar berikut ini:

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.