Bisakah Transistor PNP Digunakan Pada Mikrokontroler 8051 Untuk Mengendalikan Relay 12V? 01/02/2010
Posted by Dian Agus in Elektronika, Hobby, MCS-51, Tips & Trik, tutorial.Tags: 8051, driver, PNP, relay
4 comments
Pengalaman ini saya dapatkan saat merancang Pencacah Tablet Elektronik (Electronics Tablet Counter). Saat itu, untuk mengendalikan 2 buah motor yaitu motor 1 pengendali penyodok tablet dan motor 2 sebagai pengendali belt conveyor saya menggunakan Relay 12V dan sebagai drivernya adalah transistor NPN.
Lho..emang kenapa transistor NPN? apa ga berhasil? atau ada trouble?
Jawabannya, secara sistem keseluruhan tidak ada trouble akan tetapi ada sedikit yang aneh saat saklar POWER dihidupkan pertama kali.., yaitu motor berputar yang artinya karena saat mikrokontroler Power On Reset maka logika pada seluruh pin port adalah HIGH, otomatis hal ini menimbulkan transistor NPN juga ON…., jika transisto ON maka motor juga berputar, hal ini mengakibatkan keanehan, seharusnya saat power di ON kan maka semua tidak bergerak kecuali lampu indikator power dan Seven Segmen, maka solusinya harus active LOW dan solusinya selanjutnya harus menggunakan transistor PNP.
Marilah kita ingat-ingat kembali pelajaran Elektronika Dasar di Kuliah Semester awal mengenai transistor. Kalo Anda di SMA maka pada pelajaran Transistor akan ada beberapa istilah-istilah VBE, VCC, VEE dan IB, IC atau IE. Ingatkah bahwa transistor yang dibuat dari germanium akan aktif pada VBE = 0.3 V, sedangkan transistor yang terbuat dari bahan silikon akan aktif pada VBE = 0,6V. untuk VCC dan VEE serta IB dan lain-lainnya silakan lihat buku Vademikum Elektronika atau Buku Elektronika Jilid I (Sutrisno).
Kembali ke pertanyaan judul ini bisakah Transistor PNP untuk mengendalikan relay dengan mikrokontroler 8051?
Output pin 8051 maksimal adalah 5V sedangkan pada emitter (agar relay 12V cukup tegangan) maka diberi tegangan panjar 12V.
Berapakah VBE?
12V-5V = 7V
jika VBE sebesar 7V maka relay akan selalu ON
karena 7V >> 0,6V (baca: tujuh volt jauh lebih besar dari 0,6V)!!!
Kesimpulannya…???
Anda tarik sendiri ya…??
SOLUSI:
- gunakan transistor NPN satu lagi untuk men-drive transistor PNP
- Jika anda tidak ingin menggunakan 2 transistor dan ingin menggunakan 1 transistor PNP untuk 1 relay maka anda bisa menggunakan IC regulator 7905 untuk -V sehingga saat power dihidupkan (power on reset) transistor PNP tidak akan ter-triger dengan logika HIGH.
SELAMAT MENCOBA!!!
Rangkaian 7-Segemen Common Anoda 13/11/2009
Posted by Dian Agus in Elektronika, MCS-51.3 comments
Rangkaian ini terdiri dari 4 buah LED 7-segment, 7 buah resistor pembatas arus yang menghubungkan pin output BCD-to-7-segment dengan LED pada 7-segment dan 4 buah transistor PNP yang berperan sebagai saklar elektronik.
Seven-segment ini menggunakan LED common anoda, yaitu seluruh anoda terhubung menjadi satu dan masing-masing katodanya dihubungkan dengan resistor yang berada di antara LED dan IC BCD-to-7-segment. Seluruh emitor transistor dihubungkan ke VCC, sedangkan masing-masing kolektornya dihubungkan ke masing-masing digit seperti tampak pada gambar. Masing-masing basis dari transistor PNP ini dikendalikan oleh P2.0 sampai P2.3 pada mikrokontroler AT89S51. Jika P2.0 LOW, maka LED paling kanan akan menyala dan sebaliknya, demikian berlaku untuk keempat transistor tsb.
Sebenarnya keempat display tersebut tidak menyala bersamaan, mereka dinyalakan secara bergantian, tetapi karena waktu gilirannya sangat cepat, yaitu sekitar 20 ms atau kurang, maka mata kita melihatnya seolah-oleh mereka menyala berbarengan.
ISP USB Downloader Atmel MCS-51 10/06/2009
Posted by Dian Agus in Elektronika, MCS-51, Tips & Trik, tutorial.Tags: Downloader, Elektronika, Laptop, MCS-51, tips, Trik, tutorial, USB
12 comments
Jaman sekarang sudah banyak yang pakai laptop untuk “beraksi”. Seperti kita yang bergelut dalam bidang mikrokontroler sudah sewajarnya beralih ke standar baru yaitu “standar laptop” artinya pakai Universal Serial Bus (USB). Karena laptop jaman sekarang sudah tidak ada port paralel atau port serial lagi. Apalagi dengan kemampuan USB yang layak dipertimbangkan, karena efisien, cepat, efektif, mudah serta kompatibilitas dan dukungan hardware yang hampir semua merujuk ke USB.
Sebulan yang lalu saya hunting tentang apa, bagaimana dan alat apa yang cocok untuk dibeli atau dibuat berkaitan dengan downloader Atmel untuk MCS-51, tentu saja yang menggunakan USB. Saya menemukan beberapa diantaranya ada yang langsung minimum system dan ada yang hanya koneksi ISP. Akhirnya saya pilih untuk menggunakan downloader yang menggunakan koneksi ISP saja, disamping saya bisa sembari meng’kompatibel’-kan hardware buatan saya saya juga bisa menghemat dana.
Beberapa toko online saya datangi, diantaranya yaitu: Toko Robot, Prasimax atau Delta Elektronik. Entah kenapa akhirnya saya memilih Prasimax.. dan saya saat itu mantap sekali dengan tampilan web-nya, interaktif, mudah walaupun agak lebih mahal dari beberapa kompetitornya. Setelah mengirim form pemesanan dan mentransfer sejumlah dana, 2 hari kemudian pesanan itu sampai di rumah. diantaranya yaitu:

Isi dari pesanan saya, K-51
- 1 set Downloader USB + penjelasan 1 lembar
- 1 kabel USB
- 1 kabel konverter ISP
- CD Driver
- Packing
Inilah beberapa tips untuk menghubungkan K-51 ke Laptop anda:
- Buka CD Driver bawaannya Instal Prolific di folder driver Win XP, jika meminta ser2pl.sys arahkan ke folder Driver Win98,2K dalam CD bawaan. Copykan folder ISP_PROG V1.3 ke dalam HardDisk anda. jika ga ada download di sini. Simpan kembali CD Drivernya.
- Restart Laptop anda
- Buat rangkaian AT89Sxx tanpa reset, (saya pernah mencoba menggunakan POR (power on reset yang ada di MPD-ISP V1.1 buatan saya) gak jalan. contoh rangkaian:

Hardware target sementara, untuk testing aja..
- Jalankan ISP_PROG V1.3 terlebih dahulu sebelum menancapkan kabel USB
- Tancapkan kabel USB Bawaan beserta K-51
- Jangan lupa posisi saklar S/P harus ke P (Programming)
- Kini hardware target siap digunakan di Laptop Anda.

Menghubungkan K-51 ke Hardware Target dan ke USB Laptop
Tunggu postingan selanjutnya tentang penggunaan ISP Prog V1.3
Jika bawaan CD ga bisa di buka anda bisa download di sini
Ultrasonic sebagai Pengukur Jarak (bag 1) 20/04/2009
Posted by Dian Agus in Elektronika, MCS-51, Tips & Trik, tutorial.Tags: jarak, pengukuran, ultrasonic, ultrasonik
add a comment
Satu lagi dari….M***ra, eh..kliru Satu lagi dari diagmatronics…Ultrasonic… (waw kelihatan keren ya)
Saya jadi teringat dengan iklan biskuit di televisi jaman saya kecil dulu, Yup benar saya mengadopsi iklan itu untuk menunjukkan satu lagi dari diagmatronics. Baiklah akan kita mulai hasil eksperimen tentang ultrasonic sebagai pengukur jarak.
Ente-ente sekalian tahu kan kelelawar. Makhluk malam yang bisa terbang tanpa melihat dalam kegelapan dan ga pernah nabrak… atau pernah lihat bagian belakang mobil yang ada 2 lubang tertutup strimin perak di pinggir bemper? Kesemuanya sama menggunakan teknologi yang sama, yaitu ultrasonic.
Pada kelelawar, gelombang ultrasonic yang dikeluarkan dari kepakan sayap atau raungan mulut akan membuat gema (echo) yang kemudian ditangkap kembali oleh telinga kelelawar sebagai pantulan yang memberikan rentetan data agar bisa memetakan daerah sekitarnya.., nah itulah rahasia kelelawar gak pernah nabrak waktu terbang dimalam hari.
Sedangkan pada mobil mewah terdapat 2 lubang strimin yang tak lain adalah transducer ultrasonic. Yang satu pemancar sedangkan yang lain adalah penerima.
Sensor ini terbuat dari bahan piezoelectric yang bisa memancarkan/menerima gelombang ultrasonik dengan tipe-tipe berlainan tergantung dari kualitas bahan pembuatnya. Ultrasonic yang ada di pasaran (Toko Sin** lama ataupun Sin** Baru Jogja) hanya menyediakan yang memiliki range antara 38 kHz ~ 45 kHz seharga Rp.20 ribu ~ Rp 40 ribu.
Tips memilih ultrasonik transducer:
- Pilih strimin yang kuat dan tidak rapuh (bisa penyok)
- bagian striminnya cari yang perak dan bukan yang hitam
- biasanya yang hitam (gampang penyok) itu 20 ribuan sedangkan yang perak sekitar 40 ribuan
Oke itu dulu postingan dari kami, dan ikuti post selanjutnya ….. jangan lupa commentnya
yang akan datang schematic dari Ultrasonic…
Pencacah Tablet (software bisa di download) 20/01/2009
Posted by Dian Agus in Computer, Elektronika, MCS-51, otomatis.Tags: 8051, counter, Elektronika, MCS-51, otomatis, pencacah, pengukuran, tablet, tips, tutorial
3 comments
Oleh:
Dian Agus Maryanto
Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Ahmad Dahlan
Kampus III, Jl. Prof. Dr. Soepomo, Janturan, Yogyakarta
Abstrak
Pada industri kecil farmasi yang produknya berupa padatan dalam bentuk tablet, diperlukan alat yang dapat mencacah tablet tersebut dan mengisikannya ke dalam suatu wadah secara mudah dengan biaya murah. Tujuan penelitian ini untuk merancang dan menguji sistem pencacah tablet elektronik.
Rancangan alat secara umum terdiri atas bagian transducer, mikrokontroler dan bagian penampil. Bagian transducer tersusun dari sensor cahaya menggunakan foto transistor yang digunakan untuk mengirim pulsa-pulsa sesuai jumlah tablet yang tercacah ke mikrokontroler AT89S51. Oleh mikrokontroler, jumlah tablet akan dihitung dan ditampilkan pada penampil 7-segmen. Data yang masuk akan dibandingkan dengan set point, dan pencacahan akan berhenti jika nilainya sama dengan set point. Selain itu, mikrokontroler juga berfungsi mengendalikan pergeseran wadah tablet setiap terpenuhinya set point.
Sistem dapat mencacah 60 tablet tiap menit untuk satu ukuran tablet berdiameter 0,6 cm dengan pencacahan maksimum 1000 tablet.
Kata kunci: pencacah, tablet, otomatis, mikrokontroler AT89S51, set point.
-
LATAR BELAKANG
Pada industri kecil farmasi yang produknya berupa padatan dalam bentuk tablet, diperlukan alat yang dapat mencacah tablet tersebut dan mengisikannya ke dalam suatu wadah secara mudah. Menurut informasi yang terpasang pada internet, alat yang khusus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan penghitungan tablet merupakan peralatan yang sangat mahal (Anonim, 2002). Pada suatu web site, peralatan tersebut ditawarkan dengan harga US$ 5000 (www.pharmaceutical-equipment.com/pricelist.htm). Bagi industri farmasi berskala menengah ke atas harga tersebut dapat dianggap tidak besar, namun bagi industri farmasi kecil (home industry) harga tersebut sudah tentu merupakan harga yang sangat mahal.
Atas dasar kenyataan tersebut, perlu dirancang alat yang dapat mencacah tablet sekaligus mengisikannya ke dalam suatu wadah secara otomatis dengan biaya yang relatif murah. Karena harganya murah, diharapkan industri farmasi berskala kecil dapat memilikinya untuk meningkatkan kinerja proses produksinya.
Dari aspek teknis, untuk objek-objek kecil seperti tablet dan semacamnya, penggunaan sensor cacahan dari foto transistor cukup efisien, murah, mudah dirakit serta tersedia cukup banyak di pasaran. Pemikiran ini menimbulkan gagasan untuk merancang sistem pencacah berbasis mikrokontroler yang nantinya diharapkan dapat dipakai pada industri-industri kecil atau home industry. Pemakaian mikrokontroler memungkinkan pencacah dikembangkan menjadi sistem yang lebih kompleks namun masih cukup murah dari segi pengadaannya.
-
PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, dapat dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut: Bagaimana rancangan alat pencacah tablet elektronik dengan biaya yang rendah? Bagaimana kinerja alat tersebut?
-
TUJUAN
Program ini bertujuan untuk merancang, membuat dan menguji sistem otomatis dalam pencacah tablet elektronik
-
MANFAAT
Program ini dapat bermanfaat untuk membantu industri farmasi berskala kecil dalam pengadaan alat pencacah tablet. Dengan biaya yang relatif murah maka memungkinkan industri farmasi berskala kecil dapat memiliki alat tersebut dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja produksinya.
Program ini diharapkan juga dapat memberikan sumbangan berupa informasi ilmiah tentang penerapan teknologi mikrokontroler khususnya pada bidang industri kesehatan.
5. TEORI
-
Transducer untuk mengasilkan pulsa-pulsa sebagai input dari pencacah digunakan foto-transistor. Foto-transistor memiliki daerah basis yang relatif lebih lebar serta daerah pertemuan basis-emitter yang peka cahaya. Jika tidak ada cahaya yang mengenai lensa foto-transistor maka hanya terdapat arus bocor yang kecil. Jika foton menghantam pertemuan basis-emitter, foto-transistor menjadi forward-biased dan arus maju mengalir melewati pertemuan basis-emitter (Maas, 2001).
Keuntungan yang didapatkan dari foto-transistor adalah linearitas yang tinggi. Perubahan amplitudo arus basis secara langsung dipengaruhi oleh perubahan intensitas cahaya yang masuk lewat lensa foto-transistor. Dengan mengatur agar foto transistor berfungsi sebagai saklar, maka akan dapat digunakan sebagai sensor sistem pencacah (Maas, 2001).
Mikrokontroler AT89S51 merupakan sebuah chip tunggal buatan Atmel yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan memori program. AT89S51 merupakan keluarga dari MCS-51 yang telah memiliki beberapa kemampuan tambahan untuk memenuhi kebutuhan dari pemakainya. Kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh AT89S51, yaitu: (1). Kompatibel dengan produk Atmel keluarga MCS-51, (2). 4K Bytes Memori Flash yang bisa diprogram dan didownload melalui antarmuka serial serta kemampuan 1000 kali hapus/tulis, (3).Beroperasi pada tegangan 4V sampai dengan 6V, (4). Kecepatan Operasi 0 Hz sampai 24 MHz, (5) Tiga tingkat pengunci memori program, (6). 128 x 8-bit Internal RAM, (7). 32 port I/O yang dapat diprogram, (8). Dua 16-bit Timer/Counter, (9). Enam buah sumber interupsi, (10). Kanal Serial UART yang mudah diprogram, (11). Tegangan yang rendah pada saat tidak bekerja (idle) dan power-down mode, (12). Pemulihan Interupsi dari Power-down, (13) Watchdog Timer (14). Power-off Flag (Data Sheet AT89S51, http://www.atmel.com)
Mikrokontroler AT89S51 kompatibel dengan software downloader dari Atmel ISP sendiri ataupun dari AEC ISP yang memiliki konfigurasi pin seperti gambar 1 dibawah ini

Gambar 1. Konfigurasi Pin AT89S51
6. METODE
-
-
Perangkat Keras
Output dari transducer akan diumpankan ke bagian pencacah 7490 dan diumpankan ke dekoder 7447 untuk ditampilkan pada penampil 7-segmen Common Anoda. Output dari pencacah akan diumpankan juga ke rangkaian pembanding (bit komparator) 74688 untuk membandingkan dengan set point yang telah diset oleh pengguna yang datanya dimasukkan melalui papan tombol (keypad) yang dikendalikan oleh mikrokontroler AT89S51. Set point tersebut juga diumpankan ke dekoder 7447 lalu ditampilkan ke penampil 7-segmen Common Anoda, sehingga dapat diketahui nilai antara pencacahan dan set point yang diberikan.
-
Perangkat Lunak
Software disini dibuat dengan program assembly yang diassembler menjadi file Hexa dengan program ASM51. Setelah program benar maka baru didownloadkan ke mikrokontroler dengan AEC ISP downloader. Diagram alir proses pengontrolan seperti terlihat pada gambar 2
-
.

Gambar 2. Diagram alir cara kerja software
Software dapat di download: http://www.ziddu.com/download/3324240/count_r.txt.html
-
Desain Sistem
Secara ringkas dapat dijelaskan bagian depan sistem adalah cahaya dari laser pointer yang mengenai foto-transistor. Obyek tercacah akan menghalangi cahaya ini dan menghasilkan pulsa yang akan dihitung. Diagram prinsip kerja sistem diperlihatkan pada gambar 3.

Gambar 3. Diagram blok prinsip kerja secara umum
Metode pencacahan yang digunakan adalah dengan mengumpankan pulsa-pulsa tersebut ke rangkaian clock counter yang dirakit dari pencacah desimal 7490. Selanjutnya hasil cacahan dibandingkan dengan set point yang dimasukkan melalui keypad, menggunakan komparator 74HC688. Hasilnya akan merupakan masukan bagi mikrokontroler untuk melakukan aksi-aksi pengendalian, diantaranya menghentikan proses pencacahan. Diagram proses tersebut tampak pada gambar 4.

Gambar 4. Diagram pengendalian pencacahan.
Hasil pencacahan maupun set point ditampilkan pada penampil 7 segmen seperti gambar 5.

Gambar 5. Unit Penampil Proses Penghitungan dan Set Poin
-
Data Teknis Pencacah Tablet Elektronik
Gambar keseluruhan dari Pencacah Tablet Elektronik seperti terlihat pada gambar 6, sedangkan data teknisnya sebagai berikut:
-
Dimensi Alat P x L x T = 50cm x 40cm x 30cm
-
Kecepatan Pencacahan = 60 tablet/menit
-
Konsumsi daya = 12 V, 2 A
-
Aktuator = Motor DC 12 V, 5400 rpm
-
Kapasitas Tablet = 100 butir
-
Ukuran diameter Tablet = ø 0,6 cm
-
Maksimum Pencacahan = 1000 butir
-
Berat total = 3 kg

Gambar 6. Pencacah Tablet Elektronik
-
-
Biaya Pembuatan
a. Kontrol Kendali Elektronik : Rp. 1.000.000,00
b. Mekanik : Rp. 1.500.000,00
Total: Rp. 2.500.000,00
-
Biaya pembuatan relatif murah.
-
Tidak ada perawatan khusus
-
Suku cadang banyak terdapat di dalam negeri
-
Relatif lebih mudah cara pengoperasiannya
-
Kurang cepatnya pencacahan
-
Tempat obat kecil sehingga hanya menampung beberapa tablet
-
Mesin ini hanya bisa mencacah 1 ukuran tablet (0,6cm)
Sistem pencacah tablet elektronik ini memiliki beberapa kelemahan seperti tersebut diatas dikarenakan adanya proses pengkondisian tablet agar jatuh satu persatu dikarenakan model sensor yang akan mendeteksi jatuhnya tablet secara satu persatu. Kurangnya kecepatan tersebut tidak akan mempengaruhi ketelitian dalam proses penghitungan.
Karena dalam penelitian ini merupakan sekala laboratorium maka tempat obat yang disediakan merupakan relatif kecil. Sehingga tidak bisa untuk menampung jumlah tablet yang banyak. Hal ini dikarenakan pengepakan yang ada selama ini jumlah obat yang terdapat dalam satu botol tidak melebihi 50 butir tablet. Bahkan di pasaran banyak terdapat kuantitas tablet dalam 1 botol hanya belasan butir.
Karena keterbatasan dalam hal pengetahuan tentang mekanik maka dalam skala laboratorium ini pencacah hanya dapat menghitung tablet pada diameter 0,6 cm.
-
Kesimpulan
Sistem Pencacah otomatis yang telah dibuat telah diuji dengan kinerja yang cukup baik. Pencacah tablet elektronik ini dapat mencacah tablet dengan kecepatan 60 tablet permenit pada satu ukuran tablet berdiameter 0,6 cm.
-
Saran
-
Peralatan ini masih harus diuji coba lagi agar pencacah dapat dipakai untuk penghitungan tablet skala industri
-
Karena mesin ini hanya untuk mencacah 1 ukuran tablet maka dalam penelitian selanjutnya dapat dibuat sistem yang bisa diatur dimensi yang akan dicacah.
-
DAFTAR PUSTAKA
Anonim,__, Data Sheet AT89S51, http://www.atmel.com
Anonim,__, Hardware Description MCS51, http://www.atmel.com
Anonim, 2002, Automated Counting Machine Guideline, Internet
http://www.pharmaceutical-equipment.com
Maas, James, 2001, Industrial Electronics, Prentice Hall, A Simon & Schuster Company Englewood, Clifts, New Jersey, (5):263-332
Maranggoni, 1987, Pengukuran mekanis, jilid I,
Erlangga
Program Nible Flip Flop untuk AT89S51 16/01/2009
Posted by Dian Agus in MCS-51.Tags: 8051, MCS-51, port, test, tutorial
1 comment so far
Assalamu’alaikum para ‘diagmaniac’, berikut ini merupakan contoh program untuk menguji coba LED yang akan gonta-ganti nyalanya dari Nibel bawah (Low Nible) ke nibel atas (High Nible) secara bergantian terus menerus.
;Nama Program : Tes output port
;Nama File : ffnible.asm
;Dibuat Oleh : Dian Agus M., S.Si (saat program ini dibuat belum lulus)
;Tanggal Selesai : 17 mei 2004
;===================================================================
;==================== Deskripsi Program =========================
;===================================================================
;Port yang dipakai:
;P0 = output led
;===================================================================
;==================================================================
$mod51
flip equ p0
org 0h
bali:
mov flip,#00001111b ; nible atas yang nyala
call delay
call delay
mov flip,#11110000b ; nible bawah yang nyala
call delay
call delay
jmp bali
delay:
mov r0,#0ffh
delay1:
mov r1,#0ffh
djnz r1,$
djnz r0,delay1
ret
end
;===============================================================
Program 1. Nible Flip Flop untuk AT89S51
Simpan Program 1 diatas dengan nama ffnible.asm, kemudian convert ke hexa menggunakan ASEM51 yang ada di MIDE51, setelah itu download menggunakan AEC_ISP downloader dan coba! Agar tidak bingung membuat rangkaian LED displaynya tolong lihat Gambar 1 berikut ini:

Gambar 1. Rangkaian Display LED pada Port 0
OK… saya harap anda bisa mempraktekkannya. Berani mencoba!!! Sukses untuk anda….
….SALAM “DIAGMANIAC”,
Wassalam….
Assembly directive 8051 19/12/2008
Posted by Dian Agus in Elektronika, MCS-51.add a comment
MOD-51
;REV. 1.0 MAY 23, 1984
P0 DATA 080H ;PORT 0
SP DATA 081H ;STACK POINTER
DPL DATA 082H ;DATA POINTER – LOW BYTE
DPH DATA 083H ;DATA POINTER – HIGH BYTE
PCON DATA 087H ;POWER CONTROL
TCON DATA 088H ;TIMER CONTROL
TMOD DATA 089H ;TIMER MODE
TL0 DATA 08AH ;TIMER 0 – LOW BYTE
TL1 DATA 08BH ;TIMER 1 – LOW BYTE
TH0 DATA 08CH ;TIMER 0 – HIGH BYTE
TH1 DATA 08DH ;TIMER 1 – HIGH BYTE
P1 DATA 090H ;PORT 1
SCON DATA 098H ;SERIAL PORT CONTROL
SBUF DATA 099H ;SERIAL PORT BUFFER
P2 DATA 0A0H ;PORT 2
IE DATA 0A8H ;INTERRUPT ENABLE
P3 DATA 0B0H ;PORT 3
IP DATA 0B8H ;INTERRUPT PRIORITY
PSW DATA 0D0H ;PROGRAM STATUS WORD
ACC DATA 0E0H ;ACCUMULATOR
B DATA 0F0H ;MULTIPLICATION REGISTER
IT0 BIT 088H ;TCON.0 – EXT. INTERRUPT 0 TYPE
IE0 BIT 089H ;TCON.1 – EXT. INTERRUPT 0 EDGE FLAG
IT1 BIT 08AH ;TCON.2 – EXT. INTERRUPT 1 TYPE
IE1 BIT 08BH ;TCON.3 – EXT. INTERRUPT 1 EDGE FLAG
TR0 BIT 08CH ;TCON.4 – TIMER 0 ON/OFF CONTROL
TF0 BIT 08DH ;TCON.5 – TIMER 0 OVERFLOW FLAG
TR1 BIT 08EH ;TCON.6 – TIMER 1 ON/OFF CONTROL
TF1 BIT 08FH ;TCON.7 – TIMER 1 OVERFLOW FLAG
RI BIT 098H ;SCON.0 – RECEIVE INTERRUPT FLAG
TI BIT 099H ;SCON.1 – TRANSMIT INTERRUPT FLAG
RB8 BIT 09AH ;SCON.2 – RECEIVE BIT 8
TB8 BIT 09BH ;SCON.3 – TRANSMIT BIT 8
REN BIT 09CH ;SCON.4 – RECEIVE ENABLE
SM2 BIT 09DH ;SCON.5 – SERIAL MODE CONTROL BIT 2
SM1 BIT 09EH ;SCON.6 – SERIAL MODE CONTROL BIT 1
SM0 BIT 09FH ;SCON.7 – SERIAL MODE CONTROL BIT 0
EX0 BIT 0A8H ;IE.0 – EXTERNAL INTERRUPT 0 ENABLE
ET0 BIT 0A9H ;IE.1 – TIMER 0 INTERRUPT ENABLE
EX1 BIT 0AAH ;IE.2 – EXTERNAL INTERRUPT 1 ENABLE
ET1 BIT 0ABH ;IE.3 – TIMER 1 INTERRUPT ENABLE
ES BIT 0ACH ;IE.4 – SERIAL PORT INTERRUPT ENABLE
EA BIT 0AFH ;IE.7 – GLOBAL INTERRUPT ENABLE
RXD BIT 0B0H ;P3.0 – SERIAL PORT RECEIVE INPUT
TXD BIT 0B1H ;P3.1 – SERIAL PORT TRANSMIT OUTPUT
INT0 BIT 0B2H ;P3.2 – EXTERNAL INTERRUPT 0 INPUT
INT1 BIT 0B3H ;P3.3 – EXTERNAL INTERRUPT 1 INPUT
T0 BIT 0B4H ;P3.4 – TIMER 0 COUNT INPUT
T1 BIT 0B5H ;P3.5 – TIMER 1 COUNT INPUT
WR BIT 0B6H ;P3.6 – WRITE CONTROL FOR EXT. MEMORY
RD BIT 0B7H ;P3.7 – READ CONTROL FOR EXT. MEMORY
PX0 BIT 0B8H ;IP.0 – EXTERNAL INTERRUPT 0 PRIORITY
PT0 BIT 0B9H ;IP.1 – TIMER 0 PRIORITY
PX1 BIT 0BAH ;IP.2 – EXTERNAL INTERRUPT 1 PRIORITY
PT1 BIT 0BBH ;IP.3 – TIMER 1 PRIORITY
PS BIT 0BCH ;IP.4 – SERIAL PORT PRIORITY
P BIT 0D0H ;PSW.0 – ACCUMULATOR PARITY FLAG
OV BIT 0D2H ;PSW.2 – OVERFLOW FLAG
RS0 BIT 0D3H ;PSW.3 – REGISTER BANK SELECT 0
RS1 BIT 0D4H ;PSW.4 – REGISTER BANK SELECT 1
F0 BIT 0D5H ;PSW.5 – FLAG 0
AC BIT 0D6H ;PSW.6 – AUXILIARY CARRY FLAG
CY BIT 0D7H ;PSW.7 – CARRY FLAG

