jump to navigation

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1431 H 16/09/2010

Posted by Dian Agus in AVR, Computer, DATA SHEET, Elektronika, Gambar Rangkaian, Gowes, HandPhone, Hobby, Islamic Center, MCS-51, Merakit, otomatis, Review, Rocket, Simulasi, Tips & Trik, Translating, tutorial.
2 comments

Dian Agus Maryanto (29 thn), Sri Nuryaningsih (29Thn), Muhammad Mu’izzuddin Adz-Dzaki (2 thn) , Adhwa Ranna Raihana (5 bln), mengucapkan TAQOBALALLAHU MINNA WAMINKUM TAQABALALLAHU YA KARIIM, MINAL AIDIN WALFAIDZIN, Setiap postingan di blog ini mungkin ada kesalahan atau kekeliruan dalam menuliskannya sehingga tidak berkenan dihati para pembaca kami mohon maaf sebesar-besarnya…

Traffict LED (baca: Light) dengan Mikrokontroler AT89S51 31/03/2010

Posted by Dian Agus in Elektronika, Gambar Rangkaian, MCS-51, otomatis, Tips & Trik, tutorial.
Tags: , , , ,
add a comment

Apakah anda suka dengan sebuah maket yang didalamnya ada jalan, gedung bertingkat dan gunung-gunung serta sungai…?? Tentu semua orang suka dengan miniatur tersebut. Diantara jalan-jalan yang panjang ada juga persimpangan yang berupa perempatan atau pertigaan. Pernahkah anda terpikir untuk membuat traffict LED (baca:Light) (bangjo:=jawa) di persimpangan dalam miniatur tersebut?

Jika anda berminat untuk membuat trafict light miniatur menjadi sebuah kenyataan anda dapat meneruskan membaca postingan berikut ini.

Hasil yang diharapkan yaitu anda bisa memprogram dan membuat hardware traffict light dengan LED sebagai penampil nya.

Pertama kita hitung dulu perkiraan anggaran yang akan kita butuhkan. Untuk membuat traffict LED kita membutuhkan beberapa komponen diantaranya LED warna merah kuning dan hijau usahakan yang buram biar bisa dilihat dari berbagai sudut, Mikrokontroler AT89S51, Soket 40 pin, PCB berlubang ukuran IC, timah solder dan beberapa buah kabel (jika memungkinkan warnanya disesuaikan dengan kabelnya jangan lupa warna hitam juga untuk groundingnya) biaya yang Anda keluarkan sekitar Rp 25.000,- sampai Rp 30.000,-.

Jika kita sketsa terlebih dahulu gambarnya seperti ini:

Traffict LED

Pada tahap eksperimen ini tidak usah diberi cover Traffict LED nya, nanti setelah jadi kita susun ulang cover dan pengkabelannya…

Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk membangun traffict LED ini yaitu: Solder, Tang Potong, Pinset, Ragum Kecil, Cutter, Attractor dan helping hand. Anda bisa mendapatkan referensi alat disini

Artikel Selanjutnya:

-Pengendali Traffict LED Menggunakan Mikrokontroler AT89S51

-Download Gambar Rangkaian

-Download Gambar Pengkabelan

-Survey tool (sebagai referensi alat yang dibutuhkan)

Remote Desktop pada Handphone Beyond B96 23/03/2010

Posted by Dian Agus in Computer, HandPhone, Hobby, otomatis, Review.
6 comments

Handphone Made in China Beyond yang bodynya mirip BB, ini juga bisa disebut BBB artinya BB Bohongan.

Diantara aplikasi Handphone pada umumnya, ada aplikasi menarik yang bermanfaat bagi presenter yaitu aplikasi Remote Desktop (Kendali jarak jauh). Aplikasi ini memungkinkan kita bisa mengendalikan kursor mouse pada PC/Laptop yang ada Bluetootnya. Jika Laptop Anda tidak ada bluetooth built-in maka yang Anda butuhkan yaitu Bluetooth USB dongle seperti tampak pada gambar berikut ini:

Bluetooth USB Dongle

Bluetooth seperti pada gambar diatas ini tidak memerlkan driver yang diinstal terpisah karena jika anda menggunakan Windows XP SP2 hardware ini suda dikenali dan tinggal dipakai. Selain kecil hardware ini sangat bagus jangkauannya. Setelah ditancapkan di port USB maka dipojok kanan bawah akan ada icon bluetooth seperti tampak pada gambar berikut ini:

Icon Bluetooth pada Tray

Jika pada icon bluetooth (warna biru) di klik kanan maka akan tampil menu seperti tampak pada gambar berikut ini:

Menu pada bluetooth

Menu Add Bluetooth Device berfungsi untuk menghubungkan peralatan luar dengan komputer

Show Bluetooth Device berfungsi untuk menampilkan alat-alat yang sudah terhubung atau alat yang pernah terhubung tampilannya seperti pada gambar berikut ini:

Bluetooth Device

Beyond B96 saya dinamai dengan nics Mobile, sebelum dikoneksikan mari kita seting dulu HP nya agar bisa berhubungan dengan komputer.

Mengaktifkan Bluetooth di Beyond B96

Untuk mengaktifkan bluetooth di B96 maka pilih menu Extra>Bluetooth>Power (di ON-kan)

Alamat koneksi Bluetooth

Setelah di klik pada nama Bluetooth di komputer maka terjadilah koneksi yang memungkinkan kita menjadikan Bluetooth sebagai koneksi serial.

Setelah terjadi koneksi maka klik bagian Remote Desktop pada B96 Anda. Pilih menu Desktop, Presenter, atau Media Player. Jika anda ingin mengendalikan Pergerakan kursor maka pilih Desktop maka pada trackbal anda akan menjadi Mouse yang bisa menggerakkan pointer. Sedangkan apabila Anda memilih Presenter Maka saat Power poin Telah dibuka maka anda bisa menggerakkan Slide Kedepan, kebelakang atau ke awal dan ke akhir. Jika Anda memilih Media Player maka anda bisa mengganti-ganti lagu pada Windows Media Player Next atau Previous atau bahkan bisa mengendalikan volumenya.

Jarak terjauh dalam ruang tertutup yang pernah saya coba kurang lebih 10 meter. Masalah jarak ini sebetulnya bisa diakali dengan menggunakan kabel USB ekstension sehingga bluetooth bisa diperpanjang sampai jauh tergantung dari kabel USB Ekstensionnya…. SELAMAT MENCOBA…

Saklar Suara (Sound Activated Switch) 03/02/2010

Posted by Dian Agus in Elektronika, Gambar Rangkaian, Hobby, otomatis, Tips & Trik, tutorial.
52 comments

Saklar yang diaktifkan suara

Rangkaian diatas saya gambar memakai protel DXP, kemudian saya printscreen. Jika kurang jelas mohon beritahu saya. Rangkaian yang sensitif terhadap suara ini dapat bekerja dengan mikrofon dinamis seperti di atas, atau digunakan dengan electret (ECM) mikrofon. Jika menggunakan ECM, maka R1 (dengan garis putus-putus) harus dipasang. Untuk menyesuaikannya digunakan resistor 2.2k dan 10kohms.
Dua buah transistor BC109C yang digunakan sebagai pre-amp mic yang penguatannya (gain) datur menggunakan trimpot 10k. Output lebih lanjut diperkuat dengan menggunakan transistor BC182B. Untuk mencegah ketidakstabilan di preamp maka digunakan 100uF dipisahkan dengan kapasitor dan resistor 1k.

Tegangan Audio pada kolektor dari BC182B diperhalus oleh dua dioda 1N4148 dan kapasitor4.7uF .  Tegangan dc ini akan langsung mendorong BC212B transistor dan mengoperasikan relay dan LED.  Perlu dicatat bahwa rangkaian ini tidak “mengunci” Relay dan LED beroperasi sejenak di puncak respon audio.

Gain dari rangkaian dan kepekaan dikontrol oleh variabel 10k resistor pada emitor yang pertama (sisi kiri) transistor. Sebuah pengaturan awal dapat digunakan jika gainya tetap, potensiometer digunakan untuk memicu pada tingkat suara yang berbeda agar mendapatkan rata-rata suaranya.

Perlu dicatat juga bahwa rangkaina ini menutup kontak relay kemudian bukanya kembali (sesaat tindakan) yang teraktvasi oleh tanggapan terhadap audio puncak, hal ini dapat digunakan untuk mengkatifkan sirkuit lainnya.

Dioda di relay adalah dioda untuk mencegah tegangan balik yang bisa mencegah kerusakan pada transistor dan dapat digunakan  1N4003 atau 1N4004.

Bagaimana..?? silakan mencoba, jangan lupa komentarnya….

Ultrasonik: Sebagai pengukur jarak 17/01/2010

Posted by Dian Agus in Elektronika, Gambar Rangkaian, MCS-51, otomatis.
5 comments

Seperti yang telah dilakukan pada eksperimen di bagian R&D di blog ini, begitu juga postingan tentang ultrasonik secara bertahap akan saya hadirkan di sini. Setelah membaca postingan ini saya harap anda sudah bisa membuat ultrasonik pengukur jarak sendiri dengan mudah, murah dan memiliki ketelitian yang relatif cukup sebagai pengganti meteran konvensional.

Saat gelombang ultrasonik memancar dari transducer ultrasonik maka gelombang secara langsung akan mengenai penerima sehingga diberikan jarak tertentu agar kita saat membuat program bisa membuat tundaan dalam mengaktifkan penerima. Jarak yang ideal untuk mikrokontroler AT89S51 adalah 2.5 cm (1 inci) karena gelombang suara merambat dengan kecepatan 340 m/s maka dengan jarak 2.5 cm akan menghasilkan tundaan sebesar 7.3529411764705882352941176470588 e-5 detik (saya hitung menggunakan kalkulator di Windows XP) sehingga sama dengan 73 us. Transduser ultrasonik saya tempatkan pada bekas sisa kaset handycam, seperti tampak pada gambar berikut ini:

Pencacah Tablet (software bisa di download) 20/01/2009

Posted by Dian Agus in Computer, Elektronika, MCS-51, otomatis.
Tags: , , , , , , , , ,
3 comments

Oleh:

Dian Agus Maryanto

Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Ahmad Dahlan

Kampus III, Jl. Prof. Dr. Soepomo, Janturan, Yogyakarta

dianagus_m@yahoo.com

Abstrak

Pada industri kecil farmasi yang produknya berupa padatan dalam bentuk tablet, diperlukan alat yang dapat mencacah tablet tersebut dan mengisikannya ke dalam suatu wadah secara mudah dengan biaya murah. Tujuan penelitian ini untuk merancang dan menguji sistem pencacah tablet elektronik.

Rancangan alat secara umum terdiri atas bagian transducer, mikrokontroler dan bagian penampil. Bagian transducer tersusun dari sensor cahaya menggunakan foto transistor yang digunakan untuk mengirim pulsa-pulsa sesuai jumlah tablet yang tercacah ke mikrokontroler AT89S51. Oleh mikrokontroler, jumlah tablet akan dihitung dan ditampilkan pada penampil 7-segmen. Data yang masuk akan dibandingkan dengan set point, dan pencacahan akan berhenti jika nilainya sama dengan set point. Selain itu, mikrokontroler juga berfungsi mengendalikan pergeseran wadah tablet setiap terpenuhinya set point.

Sistem dapat mencacah 60 tablet tiap menit untuk satu ukuran tablet berdiameter 0,6 cm dengan pencacahan maksimum 1000 tablet.

Kata kunci: pencacah, tablet, otomatis, mikrokontroler AT89S51, set point.

  1. LATAR BELAKANG

    Pada industri kecil farmasi yang produknya berupa padatan dalam bentuk tablet, diperlukan alat yang dapat mencacah tablet tersebut dan mengisikannya ke dalam suatu wadah secara mudah. Menurut informasi yang terpasang pada internet, alat yang khusus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan penghitungan tablet merupakan peralatan yang sangat mahal (Anonim, 2002). Pada suatu web site, peralatan tersebut ditawarkan dengan harga US$ 5000 (www.pharmaceutical-equipment.com/pricelist.htm). Bagi industri farmasi berskala menengah ke atas harga tersebut dapat dianggap tidak besar, namun bagi industri farmasi kecil (home industry) harga tersebut sudah tentu merupakan harga yang sangat mahal.

    Atas dasar kenyataan tersebut, perlu dirancang alat yang dapat mencacah tablet sekaligus mengisikannya ke dalam suatu wadah secara otomatis dengan biaya yang relatif murah. Karena harganya murah, diharapkan industri farmasi berskala kecil dapat memilikinya untuk meningkatkan kinerja proses produksinya.

    Dari aspek teknis, untuk objek-objek kecil seperti tablet dan semacamnya, penggunaan sensor cacahan dari foto transistor cukup efisien, murah, mudah dirakit serta tersedia cukup banyak di pasaran. Pemikiran ini menimbulkan gagasan untuk merancang sistem pencacah berbasis mikrokontroler yang nantinya diharapkan dapat dipakai pada industri-industri kecil atau home industry. Pemakaian mikrokontroler memungkinkan pencacah dikembangkan menjadi sistem yang lebih kompleks namun masih cukup murah dari segi pengadaannya.

  2. PERUMUSAN MASALAH

    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, dapat dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut: Bagaimana rancangan alat pencacah tablet elektronik dengan biaya yang rendah? Bagaimana kinerja alat tersebut?

  3. TUJUAN

    Program ini bertujuan untuk merancang, membuat dan menguji sistem otomatis dalam pencacah tablet elektronik

  4. MANFAAT

    Program ini dapat bermanfaat untuk membantu industri farmasi berskala kecil dalam pengadaan alat pencacah tablet. Dengan biaya yang relatif murah maka memungkinkan industri farmasi berskala kecil dapat memiliki alat tersebut dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja produksinya.

    Program ini diharapkan juga dapat memberikan sumbangan berupa informasi ilmiah tentang penerapan teknologi mikrokontroler khususnya pada bidang industri kesehatan.

    5. TEORI

  1. Transducer untuk mengasilkan pulsa-pulsa sebagai input dari pencacah digunakan foto-transistor. Foto-transistor memiliki daerah basis yang relatif lebih lebar serta daerah pertemuan basis-emitter yang peka cahaya. Jika tidak ada cahaya yang mengenai lensa foto-transistor maka hanya terdapat arus bocor yang kecil. Jika foton menghantam pertemuan basis-emitter, foto-transistor menjadi forward-biased dan arus maju mengalir melewati pertemuan basis-emitter (Maas, 2001).

    Keuntungan yang didapatkan dari foto-transistor adalah linearitas yang tinggi. Perubahan amplitudo arus basis secara langsung dipengaruhi oleh perubahan intensitas cahaya yang masuk lewat lensa foto-transistor. Dengan mengatur agar foto transistor berfungsi sebagai saklar, maka akan dapat digunakan sebagai sensor sistem pencacah (Maas, 2001).

    Mikrokontroler AT89S51 merupakan sebuah chip tunggal buatan Atmel yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan memori program. AT89S51 merupakan keluarga dari MCS-51 yang telah memiliki beberapa kemampuan tambahan untuk memenuhi kebutuhan dari pemakainya. Kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh AT89S51, yaitu: (1). Kompatibel dengan produk Atmel keluarga MCS-51, (2). 4K Bytes Memori Flash yang bisa diprogram dan didownload melalui antarmuka serial serta kemampuan 1000 kali hapus/tulis, (3).Beroperasi pada tegangan 4V sampai dengan 6V, (4). Kecepatan Operasi 0 Hz sampai 24 MHz, (5) Tiga tingkat pengunci memori program, (6). 128 x 8-bit Internal RAM, (7). 32 port I/O yang dapat diprogram, (8). Dua 16-bit Timer/Counter, (9). Enam buah sumber interupsi, (10). Kanal Serial UART yang mudah diprogram, (11). Tegangan yang rendah pada saat tidak bekerja (idle) dan power-down mode, (12). Pemulihan Interupsi dari Power-down, (13) Watchdog Timer (14). Power-off Flag (Data Sheet AT89S51, http://www.atmel.com)

    Mikrokontroler AT89S51 kompatibel dengan software downloader dari Atmel ISP sendiri ataupun dari AEC ISP yang memiliki konfigurasi pin seperti gambar 1 dibawah ini








    Gambar 1. Konfigurasi Pin AT89S51

    6. METODE

    1. Perangkat Keras

      Output dari transducer akan diumpankan ke bagian pencacah 7490 dan diumpankan ke dekoder 7447 untuk ditampilkan pada penampil 7-segmen Common Anoda. Output dari pencacah akan diumpankan juga ke rangkaian pembanding (bit komparator) 74688 untuk membandingkan dengan set point yang telah diset oleh pengguna yang datanya dimasukkan melalui papan tombol (keypad) yang dikendalikan oleh mikrokontroler AT89S51. Set point tersebut juga diumpankan ke dekoder 7447 lalu ditampilkan ke penampil 7-segmen Common Anoda, sehingga dapat diketahui nilai antara pencacahan dan set point yang diberikan.

    2. Perangkat Lunak

      Software disini dibuat dengan program assembly yang diassembler menjadi file Hexa dengan program ASM51. Setelah program benar maka baru didownloadkan ke mikrokontroler dengan AEC ISP downloader. Diagram alir proses pengontrolan seperti terlihat pada gambar 2

.


Gambar 2. Diagram alir cara kerja software

Software dapat di download: http://www.ziddu.com/download/3324240/count_r.txt.html

  1. Desain Sistem

    Secara ringkas dapat dijelaskan bagian depan sistem adalah cahaya dari laser pointer yang mengenai foto-transistor. Obyek tercacah akan menghalangi cahaya ini dan menghasilkan pulsa yang akan dihitung. Diagram prinsip kerja sistem diperlihatkan pada gambar 3.








    Gambar 3. Diagram blok prinsip kerja secara umum

    Metode pencacahan yang digunakan adalah dengan mengumpankan pulsa-pulsa tersebut ke rangkaian clock counter yang dirakit dari pencacah desimal 7490. Selanjutnya hasil cacahan dibandingkan dengan set point yang dimasukkan melalui keypad, menggunakan komparator 74HC688. Hasilnya akan merupakan masukan bagi mikrokontroler untuk melakukan aksi-aksi pengendalian, diantaranya menghentikan proses pencacahan. Diagram proses tersebut tampak pada gambar 4.








    Gambar 4. Diagram pengendalian pencacahan.

    Hasil pencacahan maupun set point ditampilkan pada penampil 7 segmen seperti gambar 5.









    Gambar 5. Unit Penampil Proses Penghitungan dan Set Poin

7. HASIL DAN PEMBAHASAN
  1. Data Teknis Pencacah Tablet Elektronik

    Gambar keseluruhan dari Pencacah Tablet Elektronik seperti terlihat pada gambar 6, sedangkan data teknisnya sebagai berikut:

    1. Dimensi Alat P x L x T         = 50cm x 40cm x 30cm
    2. Kecepatan Pencacahan        = 60 tablet/menit
    3. Konsumsi daya            = 12 V, 2 A
    4. Aktuator                = Motor DC 12 V, 5400 rpm
    5. Kapasitas Tablet            = 100 butir
    6. Ukuran diameter Tablet         = ø 0,6 cm
    7. Maksimum Pencacahan        = 1000 butir
    8. Berat total                = 3 kg

    Gambar 6. Pencacah Tablet Elektronik

  2. Biaya Pembuatan

    a. Kontrol Kendali Elektronik            : Rp. 1.000.000,00

    b. Mekanik                    : Rp. 1.500.000,00

    Total: Rp. 2.500.000,00

3. Keunggulan Sistem
  1. Biaya pembuatan relatif murah.
  2. Tidak ada perawatan khusus
  3. Suku cadang banyak terdapat di dalam negeri
  4. Relatif lebih mudah cara pengoperasiannya
4.Kelemahan Sistem
  1. Kurang cepatnya pencacahan
  2. Tempat obat kecil sehingga hanya menampung beberapa tablet
  3. Mesin ini hanya bisa mencacah 1 ukuran tablet (0,6cm)

Sistem pencacah tablet elektronik ini memiliki beberapa kelemahan seperti tersebut diatas dikarenakan adanya proses pengkondisian tablet agar jatuh satu persatu dikarenakan model sensor yang akan mendeteksi jatuhnya tablet secara satu persatu. Kurangnya kecepatan tersebut tidak akan mempengaruhi ketelitian dalam proses penghitungan.

Karena dalam penelitian ini merupakan sekala laboratorium maka tempat obat yang disediakan merupakan relatif kecil. Sehingga tidak bisa untuk menampung jumlah tablet yang banyak. Hal ini dikarenakan pengepakan yang ada selama ini jumlah obat yang terdapat dalam satu botol tidak melebihi 50 butir tablet. Bahkan di pasaran banyak terdapat kuantitas tablet dalam 1 botol hanya belasan butir.

Karena keterbatasan dalam hal pengetahuan tentang mekanik maka dalam skala laboratorium ini pencacah hanya dapat menghitung tablet pada diameter 0,6 cm.

8. KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Kesimpulan

    Sistem Pencacah otomatis yang telah dibuat telah diuji dengan kinerja yang cukup baik. Pencacah tablet elektronik ini dapat mencacah tablet dengan kecepatan 60 tablet permenit pada satu ukuran tablet berdiameter 0,6 cm.

  2. Saran
    1. Peralatan ini masih harus diuji coba lagi agar pencacah dapat dipakai untuk penghitungan tablet skala industri
    2. Karena mesin ini hanya untuk mencacah 1 ukuran tablet maka dalam penelitian selanjutnya dapat dibuat sistem yang bisa diatur dimensi yang akan dicacah.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim,__, Data Sheet AT89S51, http://www.atmel.com

Anonim,__, Hardware Description MCS51, http://www.atmel.com

Anonim, 2002, Automated Counting Machine Guideline, Internet

http://www.pharmaceutical-equipment.com

Maas, James, 2001, Industrial Electronics, Prentice Hall, A Simon & Schuster Company Englewood, Clifts, New Jersey, (5):263-332

Maranggoni, 1987, Pengukuran mekanis, jilid I,
Erlangga


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.