BROWSING tanpa BROWSER 14/04/2009
Posted by Dian Agus in Computer, Tips & Trik, tutorial.Tags: dasar, Komputer, tips, tutorial
add a comment
Bagi yang di kantornya internetanya di blokir, (sst..kaya teman saya yang kerja di retail besar di Jogja), atau anda yang kehilangan akses internet karena browser-browser seperti: Internet Explorer, Mozilla FireFox, atau opera di disable oleh Admin, maka anda bisa menerapkan trik jitu ini. Tips ini saya temukan dari berbagai sumber dan legal.
Baik kita mulai aja yooo..
Pertama, pastikan bahwa windows Xp anda mempunyai salah satu dari program ini: Notepad atau wordpad atau paint, kalo ga ada semua kebangetan tuh yang nginstal. Baik dalam tutorial ini akan saya pandu dengan menggunakan Notepad.
1. Buka Notepad, Start>All Program> Accessories> Notepad
2. Perhatikan tab menu di sana, arahkan mouse anda ke Help> HelpTopics

Masuk ke Help Topics
3. Pada Title bar (jika Windows anda belum diubah-ubah warnanya biru dibagan atas sendiri), pada contoh kali ini warnanya hitam.Seperti yang ditunjuk anak panah 1 Klik kanan trus menuju ke Jump to URL…, seperti tampak pada gambar dibawah ini:

Gambar urutan operasi menuju Jump to URL..
4. jika telah muncul kotak dialog seperti pada gambar dibawah ini, ketikkan nama website dengan didahului http:// setiap kali akan buka situs.

Kotak dialog Jump to URL...
5. Setelah klik OK, maka akan menuju situs yang di inginkan, seperti contoh dibawah ini ke blog diagmatronics…

Blog diagmatronics dibuka melalui Help Topics
TIPS: Jika tampilan anda ingin lebih besar maka anda bisa menyembunyikan kolom disebelah kiri dengan klik Hide di pojok kiri atas.
Selamat! sekarang anda bisa browsing tanpa adanya browser internet. Sehingga suatu saat Admin anda akan men-disable Notepad atau Wordpad komputer anda karena Anda gunakan untuk browsing he…he…dan menyebabkan pekerjaan anda jadi terbengkalai…
Tips ini saya dedikasikan untuk teman saya yang di CK…
semoga Anda bisa sedikit lebih maju dari mereka….hiks…
TIPS Pemotretan Manten (Dasar): Ilmu “titen” 01/01/2009
Posted by Dian Agus in Uncategorized.Tags: dasar, tips
10 comments
Pemotretan wedding (manten :bhs jawa) merupakan sesuatu yang relatif mudah jika kita memiliki ilmu “titen” alias mencermati dan selanjutnya diingat-ingat.
Seperti pose klasik dibawah ini cermati dan ingat gayanya trus dipraktekkan maka anda akan menemukan sendiri style Anda.

Gambar 1. Pose Klasik Pernikahan jawa
Untuk pemotretan pernikahan seperti contoh diatas yang perlu dipersiapkan adalah peralatan studio yang bisa dibawa ke lokasi pemotretan. Peralatan studio diantaranya yaitu:
1 set payung reflektor, 1 set AC strobo Slave unit, 1 set tripod lampu, 1 buah background, 1 set tripod background, 1 buah karpet hitam yang berukuran 1,5 x 2 meter.
Tentang pemilihan kamera digital itu terserah Anda. Jika saya fanatik dengan Canon. Diantara kelebihan kamera Canon pada ISO yang tinggi (1600) atau dalam kondisi cahaya minnim maka Canon lebih halus noisenya.
Sekedar pemberitahuan, seluruh foto yang ditampilkan di blog ini menggunakan kamera Canon. Saya menggunakan Canon 350D, disamping harganya ekonomis tipe ini sangat handal.
Pemotretan indoor (studio) dalam mengatur diafragma dan speed tergantung dengan lampu yang digunakan.
Saya menggunakan flash slave studio merk tertentu seharga 250 ribu (1 pcs) menghasilkan diafragma f/7.1 dan speed 1/50 s, dan jika dengan itung-itungan didapatkan f/5.8. Akan tetapi saya mempunyai tips: jepret beberapa kali (metode bracketing) trus pilih gambar yang cahayanya pas (tidak terlalu over exp atau under exp) terus dengan ilmu “titen” ingat-ingat dan terapkan pada seluruh foto studio indoor Anda. so hasilnya akan bagus terus. Istilahnya experimen sekali dipakai berkali-kali.
Untuk beberapa kasus jika Anda baru pertama memotret maka anda akan merasakan ‘mati gaya’ alias kehabisan ide untuk posing model (mempelai) dikarenakan grogi atau ilmu ‘titen’ nya belum anda amalkan…
So saya punya tips:
1. cari gambar di internet tentang pose-pose pernikahan baik jawa atau luar negri, download dan simpan.
2. beli sebuah ipod nano, kalo kemahalan ya MP4 lah.. yang harganya sekitar 300 ribuan, yang memiliki layar 1 inci fullcolor.
3. Foto hasil download tadi di-Croping pakai Photoshop, dengan ukuran sesuai dengan layar MP4 Anda, sehingga tidak memerlukan scroll kebawah, keatas atau kesamping saat ditampilkan di MP4.
4. simpan hasil crop tadi ke MP4
5. buka gambar tersebut saat Anda kehabisan ide atau ‘mati gaya’
Demikian sekelumit dari pengalaman saya memotret selama 7 tahun belakangan ini. Semoga bermanfaat, dan tunggu tips berikutnya.
salam,.