Ultrasonic sebagai Pengukur Jarak (bag 1) 20/04/2009
Posted by Dian Agus in Elektronika, MCS-51, Tips & Trik, tutorial.Tags: jarak, pengukuran, ultrasonic, ultrasonik
add a comment
Satu lagi dari….M***ra, eh..kliru Satu lagi dari diagmatronics…Ultrasonic… (waw kelihatan keren ya)
Saya jadi teringat dengan iklan biskuit di televisi jaman saya kecil dulu, Yup benar saya mengadopsi iklan itu untuk menunjukkan satu lagi dari diagmatronics. Baiklah akan kita mulai hasil eksperimen tentang ultrasonic sebagai pengukur jarak.
Ente-ente sekalian tahu kan kelelawar. Makhluk malam yang bisa terbang tanpa melihat dalam kegelapan dan ga pernah nabrak… atau pernah lihat bagian belakang mobil yang ada 2 lubang tertutup strimin perak di pinggir bemper? Kesemuanya sama menggunakan teknologi yang sama, yaitu ultrasonic.
Pada kelelawar, gelombang ultrasonic yang dikeluarkan dari kepakan sayap atau raungan mulut akan membuat gema (echo) yang kemudian ditangkap kembali oleh telinga kelelawar sebagai pantulan yang memberikan rentetan data agar bisa memetakan daerah sekitarnya.., nah itulah rahasia kelelawar gak pernah nabrak waktu terbang dimalam hari.
Sedangkan pada mobil mewah terdapat 2 lubang strimin yang tak lain adalah transducer ultrasonic. Yang satu pemancar sedangkan yang lain adalah penerima.
Sensor ini terbuat dari bahan piezoelectric yang bisa memancarkan/menerima gelombang ultrasonik dengan tipe-tipe berlainan tergantung dari kualitas bahan pembuatnya. Ultrasonic yang ada di pasaran (Toko Sin** lama ataupun Sin** Baru Jogja) hanya menyediakan yang memiliki range antara 38 kHz ~ 45 kHz seharga Rp.20 ribu ~ Rp 40 ribu.
Tips memilih ultrasonik transducer:
- Pilih strimin yang kuat dan tidak rapuh (bisa penyok)
- bagian striminnya cari yang perak dan bukan yang hitam
- biasanya yang hitam (gampang penyok) itu 20 ribuan sedangkan yang perak sekitar 40 ribuan
Oke itu dulu postingan dari kami, dan ikuti post selanjutnya ….. jangan lupa commentnya
yang akan datang schematic dari Ultrasonic…