jump to navigation

IRON MAN SUIT 27/06/2015

Posted by Dian Agus in Elektronika, Hobby, Merakit, Rocket, Simulasi.
Tags: , ,
add a comment

Dalam penelitian abal-abal membuktikan bahwa seorang teknisi (enginer) memiliki beberapa film yang bisa menginspirasi salah satu dari film tersebut adalah film IRON MAN. Film yang bergenre science fiction itu telah membuat beberapa teknisi untuk membuat baju (suite). Berikut ini diagram yang menunjukkan sebagiaj besar teknisi ingin membuat baju Iron Man. Selain itu dalam bagab itu tertera motivasi seorang teknisi adalah membuat baju super hero dari marvel tersebut

Demikian pula saya, saya pengin juga membuat baju tersebut. Heheheh

Tetapi agar tidak dinilai kekanak-kanakan saya berkolaborasi dengan anak saya yang berumur 7 tahun untuk membuat baju Iron Man.

Karena saya tidak memiliki set CNC dan tentu saja tidak memiliki JARVIS maka saya putuskan untuk membuatnya dari kardus.

Pertama sy harus memiliki desain Ironman, setelah googling ketemulah desain Iron Man Mark 6. Suite ini di desain menggunakan Pepakura. Seperti pada tampilan berikut ini


Karena sy ngedit ini menggunakan applikasi WordPress di iPhone maka saya foto aja, untuk screenshotnya nanti saya update.

Program Pepakura sangat lengkap sehingga tinggal di cetak dengan printer kita sudah bisa mendapatkan contoh tinggal di lem di kardus dan di gunting beres.

Alat yang saya gunakan cuman sederhana

  1. Gunting
  2. Cutting Matt
  3. Cutter
  4. Lem aibon
  5. Lem tembak (Glue Gun) atau sering disebut lem plastik
  6. Komputer
  7. Printer


Saat bekerja saya melibatkan anak saya, dia antusias sekali dalam mengerjakannya. Alhamdulillah.

Ini hasil topeng depan (bagian dari helm ironman) yang belum di cat.

Pengaturan Saat Pencetakan PCB Altium Designer 6 22/11/2014

Posted by Dian Agus in Computer, Elektronika, Gambar Rangkaian, Software, Tips & Trik.
Tags:
add a comment

Untuk memproduksi PCB saat ini bisa digunakan program yang sangat mudah, salah satunya Altium Designer 6 yang didalamnya sangat komplit untuk membuat schematic ataupun membuat PCB (Printed Circuit Board).

Kadang saat mencetak bagian lubang kaki komponen tidak tercetak alias tertutup, sehingga perlu trik khusus untuk membuat agar hole (lubang) dapat kelihatan sehingga saat proses pengeboran menjadi mudah.., demikian tips dan trik nya semoga bermanfaat untuk sahabat sekalian..

Cara setting sebelum mencetak PCB:

  1. Buka File PCB altium
  2. File>Fabrication Output> Final

    Menampilkan Final Output

    Menampilkan Final Output

  3. Setelah tampil Preview Final Artwork Prints of (Nama File) Klik Kanan Configure klik Holes agar lubang pada kaki tampil

    Bagian Hole yang di Centang

    Bagian Hole yang di Centang

  4. Untuk setting Halaman klik Page Setup> pada Scaling harus menunjukkan angka 1 yang berarti 1:1 atau ukuran sebenarnya

    Memastikan skala 1:1

    Memastikan skala 1:1

  5. Tinggal print ke PDF atau ke printer langsung

    Gambar Hole tercetak

    Gambar Hole tercetak

Reaction Timer (Uji Kelelahan) 28/10/2014

Posted by Dian Agus in Elektronika.
Tags: , , , ,
add a comment

Saat ini kami sedang mengerjakan project yang dipesan oleh salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan untuk praktikum pengujian kelelahan seseorang. PCB nya kita buat sendiri dengan cara di sablon seperti pada Gambar 1 berikut ini.

Gambar 1 Peralatan dan bahan pembuat PCB

Gambar 1. Peralatan dan bahan pembuat PCB

Saat ini sedang proses pemasangan komponen seperti pada Gambar 2. Setelah pemasangan komponen baru dilakukan pengujian dan pengemasan.

IMG_1168[1]

Gambar 2. Reaction Timer Mark II

Bagi anda atau instansi anda yang tertarik dengan alat praktikum ini dapatkan garansi service 1 tahun, Training 1 minggu dan Modul Praktikum serta harga spesial bagi instansi anda.

Pemesanan:

Dian Agus Maryanto, S.Si

e-mail: dianagus_m@yahoo.com

HP: 08112537131 (Call/SMS/ Whatsapp)

PIN BB: 7CD73BC8

LOGO BARU SEMANGAT BARU 28/10/2014

Posted by Dian Agus in Elektronika.
add a comment

Bismillahirrohmaanirrohiim… semoga barokah dengan logo baru tentu saja semangat juga baru…

Logo Baru Diagmatronics

Logo Baru Diagmatronics

Kaos kerja juga baru sesuai dengan semangat baru untuk melayani anda

Cara Menggunakan K-51 USB MCS-51 Downloader 28/10/2014

Posted by Dian Agus in Elektronika.
Tags: , , ,
add a comment

Hai sahabat diagmatronics..

Hari ini saya akan berbagi bagaimana menggunakan downloader menggunakan USB yaitu K-51. Dalam paket penjualannya terdiri dari beberapa yang seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1. Paket penjualan Downloader K-51

Gambar 1. Paket penjualan Downloader K-51

Harga downloader ini berkisar antara Rp. 125.000,- sampai dengan Rp. 150.000,- rentang harga ini yang biasanya ditetapkan para distributor untuk menawarkan di website mereka. Sahabat hanya sedikit browsing dan bisa mendapatkan barang yang paling murah.

  1. Pertama yang anda lakukan adalah membuka paket yang anda terima seperti gambar diatas.
  2. copy program ISP_PROG V1.3 yang ada di CD ke Hard disk anda, buat shortcut agar memudahkan mengaksesnya PIN kan di START MENU dengan cara klik kanan program tersebut dan pilih [Pin this program to start menu]
  3. Install driver Prolific, saya yakin anda semua menggunakan windows 7 sebagai OS nya maka pilih yang Vista Installer didalam CD [Driver\Driver Vista] pilih Vista installer.. klik next sampai selesai.
  4. Setelah selesai maka yang harus anda kerjakan adalah memindah comport di rentang yang kosong antara COM1 – COM6 karena Program ISP_PROG V1.3 hanya bisa menggunakan pin COM virtual dari COM1 – COM6. Caranya Klik START MENU, sorot ke My Computer klik kanan trus klik Properties. Setelah muncul jendela baru klik Device Manager, klik bagian yang dilingkari warna merah 2x (Prolific USB to Serial Comm Port (COM2) ) dalam contoh ini sudah pada posisi COM2 jadi gak usah diganti
    Gambar 2. Mengubah commport Prolific

    Gambar 2. Mengubah commport Prolific

    Jika belum berada di COM1 – COM6 maka klik 2 kali pada gambar 2 sehingga muncul Properties seperti pada gambar 3, klik tab Port Setting, Klik Advanced..

    Gambar 3. Port Setting untuk mengubah posisi COMM Port

    Gambar 3. Port Setting untuk mengubah posisi COMM Port

    Setelah itu ubah posisi COM

    Gambar 4. Com Port yang akan diubah

    Gambar 4. Com Port yang akan diubah

    Cari posisi yang kosong antara 1-6

  5. INI PENTING!!! Sebelum Kabel USB dan Downloader dipasang/ditancapkan ke Komputer PC atau Laptop buka terlebih dahulu ISP_PROG V1.3. Karena beberapa kali menurut pengalaman saya gak berhasil jika tidak seperti cara nomer 5 ini
  6. Setelah ISP_PROG V1.3 terbuka klik OPTION dan setting port sesuai dengan seting yang anda gunakan di langkah 5 (gambar 4) dalam contoh ini COM2
  7. Klik Device masih pada tab OPTION pilih IC yang anda gunakan
  8. Load File Hex anda dan coba cek IC anda dengan klik pada READ DEVICE SIGNATURE dan klik tombol RUN sperti pada gambar 5 berikut ini:
    usbispprogv13readdevicesignature

    Gambar 5 Read Device Signature ISP_PROG V1.3

    Gambar 6 proses verify sudah berhasil

    Gambar 6 proses verify sudah berhasil

    Jika sampai proses ini maka anda sudah berhasil menghubungkan downloader K-51 dengan laptop anda maka langkah selanjutnya tinggal Write CHIP dan verify seperti gambar 6 . Jika sudah berhasil sampai tahap ini maka Chip anda sudah bisa digunakan. SELAMAT MENCOBA.

Suasana uptodate diagmatronics 28/10/2014

Posted by Dian Agus in Elektronika.
add a comment

Hari ini gak sempat ngluarin kamera, Hanya Handphone yang jadi andalan pengin motret suasana ruangan tempat bengkel untuk coding, ngoprek dan ngebor-ngebor ataupun sablon menyablon PCB.

IMG_1170[1]

Gambar 1. Peralatan Coding berupa laptop dan downloader MCS-51 maupun AVR

Setelah mati suri beberapa tahun kini bengkel mulai aktif lagi..

Gambar 2. Suasana Bengkel saat ngoprek

Gambar 2. Suasana Bengkel saat ngoprek

Charging Gadget Baru 28/01/2013

Posted by Dian Agus in Elektronika.
Tags:
add a comment

Seluruh gadget saat ini pasti menggunakan batere  sebagai sumber daya nya (power source). Biasanya sih penjual sudah memberikan tips-tips untuk nge-charge pertamakali. berikut ini tips-tips nya saat membeli gadget baru:

  1. gunakan sampai habis baterei yang masih tersedia waktu pembelian.
  2. charge selama 8 jam menggunakan charger original (bawaan gadget)
  3. Pakai gadget tersebut seperti biasa
  4. Setelah indikator batere tinggal 1 strip, charge lagi selama 8 jam walapun sudah penuh tetap tancapkan di charger
  5. ulangi langkah 3 dan 4 
  6. Ulangi lagi langkah 3 dan 4
  7. gunakan sebebas-bebasnya gadget anda, jika sudah habis charge sampai indikator batere penuh, cabut dan gunakan kembali

Selamat menikmati gadget baru anda dengan baterei yang anti soak sampai puassss…

Bisakah Transistor PNP Untuk mengendalikan Relay 12V? 10/01/2012

Posted by Dian Agus in Elektronika, Tips & Trik, tutorial.
add a comment

Bisakah Transistor PNP digunakan pada mikrokontroler 8051 untuk mengendalikan Relay 12V?

 

Pengalaman ini saya dapatkan saat merancang Pencacah Tablet Elektronik (Electronics Tablet Counter). Saat itu untuk mengendalikan 2 buah motor yaitu motor 1 pengendali penyodok tablet dan motor 2 sebagai pengendali belt conveyor dan yang saya gunakan untuk mengendalikan Relay 12V tersebut adalah transistor NPN.

Lho..emang kenapa transistor NPN? apa ga berhasil? atau ada trouble?

Jawabannya secara sistem keseluruhan tidak ada trouble akan tetapi ada sedikit yang aneh saat saklar POWER dihidupkan pertama kali.., yaitu motor berputar yang artinya karena saat mikrokontroler Power On Reset maka logika pada seluruh pin port adalah HIGH, otomatis hal ini menimbulkan transistor NPN juga ON…., maka solusinya harus active LOW dan solusinya harus menggunakan transistor PNP.

 

Marilah kita ingat-ingat kembali pelajaran Elektronika Dasar di Kuliah Semester awal mengenai transistor. Kalo Anda di SMA maka pada pelajaran Transistor akan ada beberapa istilah-istilah VBE, VCC, VEE dan IB, IC atau IE. Ingatkah bahwa transistor yang dibuat dari germanium akan aktif pada VBE = 0.3 V, sedangkan transistor yang terbuat dari bahan silikon akan aktif pada VBE = 0,6V. untuk VCC dan VEE serta IB dan lain-lainnya silakan lihat buku Vademikum Elektronika atau Elektronika Jilid I.

Kembali ke pertanyaan judul ini bisakah untuk mengendalikan relay dengan mikrokontroler 8051?

Output  pin 8051 maksimal adalah 5V sedangkan pada emitter (agar relay 12V cukup tegangan) maka diberi tegangan panjar 12V.

Berapakah VBE?

12V-5V = 7V

jika VBE sebesar 7V maka relay akan selalu ON

karena 7V >> 0,6V (baca: tujuh volt jauh lebih besar dari 0,6V)!!!

Kesimpulannya…???

Anda tarik sendiri ya…??

 

SOLUSI:

  1. gunakan transistor NPN satu lagi untuk men-drive transistor PNP
  2. Jika anda tidak ingin menggunakan 2 transistor dan ingin menggunakan 1 transistor PNP untuk 1 relay maka anda bisa menggunakan IC regulator 7905 untuk -V.  sehingga saat power dihidupkan (power on reset) transistor PNP tidak akan ter-triger denang logika HIGH.

 

SELAMAT MENCOBA!!!

POWER SUPPLY 12V 10/01/2012

Posted by Dian Agus in Elektronika, Gambar Rangkaian, Merakit.
add a comment

Gambar Rangkaian Power Supply 12 V

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebuah peralatan biasanya beroperasi pada tegangan 12V, jika untuk digital tegangannya 5V, kali ini akan coba saya tampilkan catu daya 12V teregulasi.  Diatas merupakan gambar -rangkaian Pencatau Daya 12V DC.

U1 LM7812 +12 VDC Voltage Regulator
BR1 4 amp bridge rectifier
T1 18 volt, 2 amp ac transformer
F1 2 amp slow-blow fuse
S1 SPST toggle switch
R1 330 ohm resistor
C1 3,000 uF electrolytic capacitor, 35 volt min.
C2 100 uF electrolytic capacitor, 35 volt min.
LED1 Light Emitting Diode
MISC. fuse holder, heat sink for U1, binding posts, ac cord with plug, chassis

Semua resistor menggunakan toleransi 5% atau 10%. Gunakan tegangan 220V dan jangan mengoperasikan rangkaian ini jika terkena air.

gambar ini saya peroleh dari

http://www.reconnsworld.com/power_12vpowersupp.html

Gowes to Imogiri… 01/01/2011

Posted by Dian Agus in Gowes, Hobby.
add a comment

bersama temen-temen fotografer, kemarin Jum’at, 31 Desember 2010 kami menuju ke bukit Imogiri…