jump to navigation

Survey Tool 30/08/2009

Posted by Dian Agus in Elektronika, Tips & Trik, tutorial.
trackback

Setiap pelaku elektronika atau biasa orang menyebut teknisi (sebagai pembeda antara peneliti) akan sering menggunakan beberapa survey tool untuk melakukan kegiatan (oprek, dsb).

Kegiatan tersebut tidak akan berhasil tanpa menggunakan beberapa sur vey tool karena indera kita yang terbatas. Keterbatasan ini dapat di kembangkan oleh beberapa perusahaan elektronika sehingga mereka bisa memproduksi berbagai macam survey tool untuk membantu kegiatan para teknisi.

Dalam penggunaan survey tool setiap orang memiliki kriteria tertentu untuk menentukan penggunaan survey tool tersebut. untuk itu pada kesempatan kali ini penulis akan membeberkan berbagai pengalaman menggunakan survey tool yang dimiliki oleh penulis.

Postingan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman menggunakan survey tool sehingga para pembaca bisa memberikan komentar atau bahkan sharing terlebih-lebih bisa menuangkan pengalamannya dalam menggunakan survey tool yang sama. Selanjutnya bisa mengembangkan elektronika di Indonesia…

Survey tool yang akan saya utarakan di postingan kali ini akan saya bagi dalam 2 buah kelompok besar yaitu Analog dan Digital sehingga nantinya juga akan saya bagi tulisan ini menjadi 2.

SURVEY TOOL ANALOG

Pada jaman dahulu kala, survey tool yang digunakan masih berupa pengukuran-pengukuran sinyal analog (kontinue) sehingga survey tool yang digunakan berupa pengukuran sinyal-sinyal analog.

  1. Multimeter, perangkat pengukuran super umum dan wajib dimiliki oleh seorang teknisi elektronika. Pernah ada yang menyebutkan AVO meter yaitu Ampere Voltase dan Ohm. Merek yang saya gunakan adalah merek SUNWA YX-360-TRN saya membelinya waktu saya masih awal belajar elektronika dasar di bangku SMP tahun ’93-an. Multimeter itu dahulu saya beli seharga Rp. 20.000,- tapi sekarang sudah naik sektiar 60 ribu sampai 100 ribu. Merek Sunwa tersebut merupakan tiruan dari merek SANWA yang asli Jepang. Pada dasarnya penggunaanya tidak beda antara SUNWA dan SANWA, akan tetapi dilihat dari durability nya merek yang SANWA sangat bagus (saya pernah menggunakannya saat di Lab Elektronika DASAR UAD). Akan tetapi bagi yang hanya digunakan untuk mengetes nyambung tidak nya kabel atau untuk mengetahui kaki Basis Emiter Colector pada transistor maka merk murahan sekalipun masih bisa digunakan. Artinya anda bisa membeli yang murahan jika ketelitian tidak diperlukan. Saya sarankan ANDA harus punya piranti ini!!! Multimeter saya telah dimodifiksai probe-nya. Probe yang saya gunakan adalah probe yang terbuat dari jarum suntik yang sudah tidak terpakai agar bisa menjangkau bagian jalur yang kecil-kecil.
  2. SOLDER + Standar nya, Piranti ini pertama kali saya miliki tahun 1993 bersamaan dengan multimeter sunwa YX-360TRN, saya membelinya seharga Rp. 5000,- merk tidak terkenal akan tetapi sekarang saya memilih DEKKO 2 pilihan daya yaitu 40W dan 100W. Solder yang saya miliki sekarang berbentuk pistol karena memudahkan untuk kita dalam menyolder, disamping pegangannya mantab, solder pistol memiliki indikator lampu dan pilihan daya untuk menghasilkan panas sesuai yang kita inginkan
  3. TIMAH SOLDER, dahulu saya menggunakan timah dengan merk Pangging, akan tetapi saat bulek saya berada di Batam saya dibelikan 2 Roll timah dengan dengan diameter yang sangat kecil dan lembut. sampai saat tulisan ini terbit masih ada.
  4. HELPING HAND, Untuk membantu saat penyolderan PCB atau saat pengetesan dengan multimeter, saran saya cari helping hand yang ada kaca pembesar agar bisa melihat jalur PCB yang lembut-lembut saat trouble shooting.
  5. ATTRACTOR, untuk menghilangkan timah solder di pad PCB bisa menggunakan attractor, saya menggunakan Dekko seharga 25 ribuan, saat darurat anda bisa menghilangkan timah solder dengan bantuan kabel berserat banyak dan gondorukem atau juga bisa pakai Loffet yang banyak dijual dipasaran.
  6. TANG POTONG, cari yang memiliki per, saya menggunakan merk dekko dengan ujung tipis
  7. TANG MONCONG PANJANG (JEPIT)
  8. TANG BESAR (PEGANG), tang ini biasa dipakai oleh tukang besi
  9. RAGUM (TANGGEM), agar saat pemasangan soket IDC mudah gunakanlah ragum, saya menggunakan ragum kecil saya beli sekitar 50 ribuan
  10. PINSET, untuk mengambil komponen yang kecil-kecil atau pemegang kabel bisa menggunakan ini, saya punya 2 macem yaitu pinset ujung benkok dan pinset lancip
  11. GLUE GUN, banyak orang yang menyebutnya lem plastik, saya juga menggunakan Dekko
  12. PENITIK BESI, Alat ini saya buat dari sebuah jari-jari sepeda motor atau sepeda ontel (ruji: jawa) yang saya kikir sehingga runcing, alat ini biasa saya gunakan untuk menggores pada plat besi atau memberi tanda saat pembuatan box atau PCB dengan cara di “titik”.
  13. KIKIR, saya memiliki kikir gepeng untuk menghaluskan/meratakan bidang datar , kikir bulat untuk menghaluskan bidang bolong, kikir segitiga untuk menghaluskan sisi lancip, kikir kotak untuk membuat siku pada pojokan. Idealnya jenis kikir ini ada kikir setengah lingkaran kikir halus, kikir kasar, kikir sangat halus.. saya mengetahui saat di BLPT Yogyakarta, disana jenis kikir sangat lengkap.
  14. bersambung

Comments»

1. Traffict LED (baca: Light) dengan Mikrokontroler AT89S51 « diagmatronics - 01/04/2010

[…] Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk membangun traffict LED ini yaitu: Solder, Tang Potong, Pinset, Ragum Kecil, Cutter, Attractor dan helping hand. Anda bisa mendapatkan referensi alat disini […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: